Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara (NTT) menyatakan hingga pukul 22.00 WITA, Selasa(1/12) malam, jumlah pengungsi yang sudah dievakuasi dari kawasan rawan bencana (KRB) erupsi gunung api Ile Lewotolok mencapai 6.237 jiwa. Namun masih ada sekitar 15 ribu orang belum dievakuasi.
Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday Selasa malam mengatakan bahwa jumlah tersebut merupakan jumlah yang terdaftar.
"Kalau dihitung secara keseluruhan masih banyak yang masih tertahan di kawasan rawan bencana itu, dan diperkirakan masih sekitar 15 ribuan orang," jelasnya.
Para pengungsi berasal dari dua kecamatan yakni Ile Apev dengan jumlah sembilan desa sementara di Ile Ape Timur berjumlah 17 desa. Mereka yang masih bertahan di lokasi KRB, kata dia, beralasan menjaga barang-barang purba kala, barang-barang adat yang berharga, dan ada yang menjaga hewan ternaknya.
Menurut Wabup hewan ternak merupakan satu-satunya untuk menunjang kehidupan mereka sehingga untuk mengevakuasi diperlukan edukasi yang mendalam bagi warga tersebut.
Lebih dari 6.000 pengungsi ini tersebar di 11 titik tempat pengungsian, yakni di Kantor Lama Bupati, Aula Ankara, Aula BKD, Pasar Lamahora, Aula Kelurahan Lewoleba Tengah, Aula Kelurahan Lewoleba Barat, Aula Kelurahan Lewoleba Timur, Aula Kelurahan Selandoro, Aula Kantor Camat, Aula GMIT Maranatha Pada dan SMP Negeri I Nubatukan.
Namun ada pengungsi yang dijemput kelurganya yang tinggal di tempat aman. Namun sayangnya ada beberapa rumah menampung keluarganya hingga 50 orang. Menurutut Thomas Ola Langoday, ini cikup menyulitkan terutama mendistribusikan bantuan seperti beras ke pengungsi. Sebab sebagian orang belum terdata.
Sementara itu terkait evakuasi warga dari KRB Gunung Ile Lewotolok, Kepala Operasi SAR W Y Sumena mengatakan bahwa sejak Senin (30/11) pukul 22.00 Wita hingga Selasa (1/12) tim gabungan SAR, TNI, Polri, BPBD sudah mengevakuasi 711 warga di KRB itu. Namun masih banyak warga menolak dievakuasi sehingga tim gabungan diterjunkan untuk memaksa warga untuk dievakuasi.
baca juga: Pemkab Lembata Sulit Terapkan Prokes Pengungsi Ile Lewatolok
"Ada bapak-bapak yang tidak mau dievakuasi, tetapi kemudian diancam sama aparat TNI, kalau bapak mau mati silakan, tetapi anaknya sini kami selamatkan, sehingga akhirnya bapak itu takut dan akhirnya mau ikut," ungkapnya.
Masih ada ribuan warga yang belum dievakuasi dari kawasan rawan bencana itu, sehingga kemungkinan Selasa malam ini atau Rabu (2/12) kami akan kembali melakukan evakuasi," terang W Y Sumena. (Ant/OL-3)
Apa pula yang akan dia lakukan sebagai bukti bahwa dia tak termasuk elite atau pejabat bermental penjajah? Atau, hanya sekadar omon-omonkah dia?
Aktivitas ini dikenal juga dengan istilah pendakian. Mendaki gunung merupakan aktivitas fisik sekaligus pengalaman batin yang menggabungkan tantangan, olahraga
Balai Latihan Kerja (BLK) Semarang 1 milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah(Jateng) membuka pelatihan Pemandu Wisata Gunung seiring dengan banyaknya kecelakaan di gunung
Sejak erupsi yang terjadi pada Desember 2023, hasil kebun seperti jambu mete, kakao, kemiri, kopi bahkan kelapa enggan berbuah karena sering diguyur material vulkanis.
Pendaki pemula tidak perlu terburu-buru menentukan pencapaian diri karena capaian seperti mendaki sampai ke puncak gunung memerlukan tenaga dan usaha yang lebih banyak.
Apakah kamu lebih suka liburan ke gunung atau pantai? Ternyata, pilihan destinasi liburan favoritmu bisa mencerminkan kepribadianmu yang sebenarnya.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved