Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA buruk dan gelombang tinggi melanda perairaan Selat Malaka di kawasan Provinsi Aceh. Karena itu, ratusan nelayan tradisional yang beraktivitas di kawasan setempat diminta waspada.
Amatan Media Indonesia, lokasi paling parah gelombamg besar itu di antaranya terjadi di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Ketinggian gelombang berkisar 2 meter hingga 4 meter.
Tokoh nelayan dan perikanan di Aceh, M Adli Abdullah, Minggu (22/11) mengatakan sekarang di perairan Selat Malaka kawasan Provinsi Aceh sedang terjadi musim gelombang tinggi. Nelayan yang beraktivitas di provinsi paling barat Indonesia itu menyebutnya dengan musim angin timur.
Baca juga: Gempa Bumi M3,3 Guncang Tapanuli Utara
Pada musim ini akrab terjadi gelombang besar sehingga terganggu aktivitas menjaring ikan. Apalagi mereka menggunakan perahu kecil tarbuat dari kayu tentu sulit mengarungi arus gelombang besar itu.
"Harus mewaspadai kemungkinan buruk, kalau cuaca tidak sedang pancaroba jangan dipaksakan. Karena saat musim seperti ini sering nelayan Aceh terhempas keluar atau terbawa arus hingga ke negara lain, seperti Thailand, Myanmar, dan India," tutur mantan Sekretaris Panglima Laot Aceh tersebut.
Adapun Panglima Laot, Lhok Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya, mengatakan, akibat cuaca buruk, hasil sangat berpengaruh terhadap pendapatan nelayan. Terutama mereka yang menggunakan kapal kayu ukuran kecil.
Untuk berlayar menjaring ikan mereka berisiko tinggi kalau di tengah perjalanan tiba-tiba datang badai. Bahkan sering aktivitas mencari ikan gagal dan harus balik arah untuk pulang.
"Tidak pergi sama sekali, bagaimana kebutuhan hidup keluarga dan biaya sekolah anak. Kalau terlalu memaksa juga risiko keselamatan atau kemunginan buruk cukup mengkhawatirkan. Harapsnnya, Insya Allah awal Januari 2021 fenomena gombang besar ini segera berakhir" tambah Usman. (OL-1)
Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp87 juta dari pengalihan beberapa kegiatan di Dinas Perikanan untuk mendukung program tersebut.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Nelayan setempat sudah tidak melaut sejak dua minggu terakhir akibat cuaca buruk.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Nelayan yang ingin melaut diimbau untuk waspada dan selalu mencari informasi terkait cuaca.
ANCAMAN besar korban penyintas bencana di Aceh bukan hanya rumah yang digulung gelombang banjir bandang pada 24-27 November 2025 lalu.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved