Senin 23 November 2020, 06:49 WIB

Nelayan Aceh Diminta Waspadai Gelombang Tinggi di Selat Malaka

Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara
Nelayan Aceh Diminta Waspadai Gelombang Tinggi di Selat Malaka

ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Ilustrasi gelombang tinggi

 

CUACA buruk dan gelombang tinggi melanda perairaan Selat Malaka di kawasan Provinsi Aceh. Karena itu, ratusan nelayan tradisional yang beraktivitas di kawasan setempat diminta waspada.

Amatan Media Indonesia, lokasi paling parah gelombamg besar itu di antaranya terjadi di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Ketinggian gelombang berkisar 2 meter hingga 4 meter.

Tokoh nelayan dan perikanan di Aceh, M Adli Abdullah, Minggu (22/11) mengatakan sekarang di perairan Selat Malaka kawasan Provinsi Aceh sedang terjadi musim gelombang tinggi. Nelayan yang beraktivitas di provinsi paling barat Indonesia itu menyebutnya dengan musim angin timur.

Baca juga: Gempa Bumi M3,3 Guncang Tapanuli Utara

Pada musim ini akrab terjadi gelombang besar sehingga terganggu aktivitas menjaring ikan. Apalagi mereka menggunakan perahu kecil tarbuat dari kayu tentu sulit mengarungi arus gelombang besar itu.

"Harus mewaspadai kemungkinan buruk, kalau cuaca tidak sedang pancaroba jangan dipaksakan. Karena saat musim seperti ini sering nelayan Aceh terhempas keluar atau terbawa arus hingga ke negara lain, seperti Thailand, Myanmar, dan India," tutur mantan Sekretaris Panglima Laot Aceh tersebut.

Adapun Panglima Laot, Lhok Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya, mengatakan, akibat cuaca buruk, hasil sangat berpengaruh terhadap pendapatan nelayan. Terutama mereka yang menggunakan kapal kayu ukuran kecil.

Untuk berlayar menjaring ikan mereka berisiko tinggi kalau di tengah perjalanan tiba-tiba datang badai. Bahkan sering aktivitas mencari ikan gagal dan harus balik arah untuk pulang.

"Tidak pergi sama sekali, bagaimana kebutuhan hidup keluarga dan biaya sekolah anak. Kalau terlalu memaksa juga risiko keselamatan atau kemunginan buruk cukup mengkhawatirkan. Harapsnnya, Insya Allah awal Januari 2021 fenomena gombang besar ini segera berakhir" tambah Usman. (OL-1)

Baca Juga

Antara

DIY Dapat Alokasi Jatah Vaksin 2,2 Juta

👤 (DY/E-1) 🕔Minggu 29 November 2020, 05:55 WIB
DAERAH Istimewa Yogyakarta akan mendapatkan alokasi 2,2 juta vaksin untuk diberikan kepada...
Dok KPU

Petugas KPPS Reaktif Covid-19 Siap Diganti

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 November 2020, 05:50 WIB
KPU Kabupaten Mukomuko, Bengkulu siap mengganti anggota KPPS Pilkada 2020 yang dinyatakan reaktif...
 ANTARA FOTO/FB Anggoro/aww.

Dua Dokter Wafat IDI Ingatkan 3M

👤(AS/RF/GL/JS/HM/Ant/N-2) 🕔Minggu 29 November 2020, 05:50 WIB
PERINGATAN untuk meningkatkan kedisiplinan menerapkan 3M kembali dilontarkan kalangan medis. Tidak hanya di tengah masyarakat, tapi juga di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya