Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Angka Kesembuhan Covid-19 di Sumsel Terus Bertambah

Dwi Apriani
19/11/2020 15:25
Angka Kesembuhan Covid-19 di Sumsel Terus Bertambah
Ilustrasi(dok.mi)

ANGKA kesembuhan Covid-19 di Sumatra Selatan terus bertambah saat ini.Tercatat ada penambahan 42 orang, sehingga secara total ada 7.219 orang sembuh dari Covid-19. Selama terpapar pandemi, mereka sudah menjalani perawatan baik di fasilitas kesehatan maupun isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Juru bicara Satgas Covid-19 di Sumsel, Yusri mengatakan, jumlah pasien sembuh memang terus mengalami peningkatan. "Sekarang secara total ada 7.219 orang sembuh, jumlahnya bertambah setiap harinya," ujar Yusri, Kamis (19/11).

Sementara itu, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 juga terus bertambah. Saat ini ada penambahan 50 orang, sehingga total ada 8.855 orang. Sementara orang meninggal dunia tercatat sebanyak 476 orang. "Yang paling penting itu adalah masyarakat sadar untuk tetap mematuhi protokes (protokol kesehatan). Karena kasus akan terus bertambah jika masyarakat tidak disiplin," ujar Yusri.

Sementara itu, pihaknya mencatat saat ini di Sumsel juga sudah bebas dari zona merah. Dari 17 kabupaten dan kota di Sumsel, hampir semua wilayah tercatat sebagai zona oranye, hanya ada satu daerah masuk zona kuning yakni OKU Selatan.

"Zona penyebaran Covid-19 itu sifatnya dinamis, sangat mudah berubah, tergantung dengan jumlah penambahan kasus. Jangan kita mudah terlena," ujar Ahli Epidemiologi Sumsel, Iche Andriany Liberty. Ia mengatakan, sejak 8 November lalu memang tidak ada zona merah di Sumsel, hanya tersisa zona oranye dan zona kuning. "Di Sumsel memang sudah bebas zona merah, tapi memang kasus positif terus bertambah," ujar Iche.

Menurut Iche, saat ini keadaan terkini Covid-19 pun sedikit mengalami perbaikan. Hal ini dapat dilihat dari angka sembuh dengan persentase 82 persen dan kasus aktif 11,9 persen serta dari sisi pelayanan kesehatan yang juga tergolong baik. "Ini karena masyarakat masih kendor dengan protokol kesehatan. Pasti terus menambah kasus baru. Kalau misalnya patuh, kasus aktif berkurang, kasus habis," jelasnya.

Iche mengatakan, penanganan Covid-19 di provinsi Sumbar terkategori bagus, karena bisa mencapai target penelusuran kasus (tracing) yang tinggi. Ini berbeda dengan penanganan Covid-19 di Sumsel. "Penanganan Covid-19 di Sumsel belum maksimal. Positivity rate 24,32 persen. Idealnya 5 persen dan itu angkanya akan sangat sulit dicapai," kata dia.

Demi menekan angka penularan kasus  masyarakat Sumsel diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan rajin mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak. "Jangan longgar protokol kesehatan. Tolong hindari kerumunan dan jangan ciptakan kerumunan karena jaga jarak tidak akan bisa dilakukan dengan berkerumun," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: 3M dan 3T untuk Penanggulangan Pandemi Covid-19



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya