Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 362 warga kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi asal Desa Balerante dan Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, hingga saat ini, masih tinggal di lokasi penampungan pengungsi.
Sementara itu, Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menetapkan tiga desa di Kecamatan Kemalang, yaitu Desa Balerante, Desa Tegalmulyo, dan Desa Sidorejo sebagai KRB III Gunung Merapi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Rabu (18/11) malam, melaporkan dari 362 pengungsi, sebanyak 278 orang berada di barak Balai Desa Balerante dan 84 orang lainnya di barak Balai Desa Tegalmulyo.
Baca juga: Tetap Waspada di Pengungsian Zona Hijau
Pengungsi yang ditampung di tempat evakuasi sementara Balai Desa Balerante berasal dari Dukuh Ngelo, Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang, dan Sukorejo. Sedangkan pengungsi di Balai Desa Tegalmulyo berasal dari Dukuh Canguk, Sumur, dan Pajegan.
Menurut Humas BPBD Klaten Nur Tjahjono Suharto, pengungsi yang berada di dua lokasi penampungan sementara itu merupakan kelompok rentan, seperti balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Namun, kondisi mereka baik.
Sedangkan ternak sapi peliharaan warga KRB III Gunung Merapi Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, yang telah diungsikan para relawan penanggulangan bencana di kandang komunal sebanyak 128 ekor.
Hingga saat ini, warga Desa Sidorejo, salah satu dari tiga desa KRB III Gunung Merapi di Kecamatan Kemalang, belum melakukan pengungsian. Meski begitu, BPBD Klaten telah menyiapkan tempat evakuasi sementara di GOR Kalimosodo. (OL-1)
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved