Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
LAPORAN tertulis dipadu pemantauan langsung ke lapangan dan koordinasi dengan penyuluh secara virtual melalui pusat data pertanian, Agriculture War Room (AWR) menjadi 'mata dan telinga' Kementerian Pertanian. Dengan TI mengetahui kondisi terkini produksi pertanian, sekaligus menghapus sekat pusat dan daerah.
"Minggu pun, saya tetap ke lapangan. Saya minta pejabat jangan cuma bikin laporan, tetap harus ke lapangan. Kalau berhalangan, kita pantau dari AWR yang koneksi online dengan KostraTani. Bisa diskusi langsung dengan petani dan penyuluh. Mereka adalah mata dan telinga Kementan dari tingkat desa hingga kecamatan," kata Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin.
KostraTani yang dimaksud Mentan Syahrul adalah Balai Penyuluhan Pertanian pelaksana Komando Strategis Pembangunan Pertanian (BPP KostraTani) pada di locust pembangunan pertanian yakni kecamatan. KostraTani berbasis teknologi informasi (IT) era 4.0 mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern.
Sinergi KostraTani dan AWR digagas Mentan Syahrul sebelum pandemi Covid-19. Merebaknya virus Corona, menjadikan AWR sebagai blessing in disguise di tengah aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kementan bertindak 'selangkah di depan' menangkal Corona, "pertanian tidak boleh berhenti, karena pangan berperan vital bagi imunitas tubuh," kata Syahrul.
"Dari penyuluh di BPP KostraTani, saya bisa mengetahui kondisi riel di lapangan," kata Mentan Syahrul dalam bincang santai dengan wartawan yang tergabung pada Forum Wartawan Pertanian (Forwatan), Selasa (17/11).
Sementara itu, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa BPP KostraTani didukung penyuluh dan 16 fungsional sesuai bidang tugas masing-masing mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.
"Saat ini sedikitnya 5.733 BPP di seluruh Indonesia telah koneksi online ke AWR Kementan di Jakarta, untuk input laporan utama Kementan secara rutin tiap pekan via AWR," kata Dedi Nursyamsi pada kunjungan di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu pekan lalu (14/11).
Mentan Syahrul menambahkan koneksi online BPP KostraTani ke AWR mendorong pemerintah pusat pemerintah mengetahui kondisi, potensi, kendala dan tantangan lapangan yang sangat penting bagi Kementan dalam menyusun program dan kebijakan mengingat kompleksitas tiap daerah berbeda.
"Tidak bisa dipukul rata. Kondisi tiap daerah berbeda-beda, karena kompleksitasnya sangat besar. Kebijakan pertanian di Jawa mungkin akan berbeda dengan Kalimantan. Jadi local problem harus ditangani secara lokal juga,” kata Mentan Syahrul didampingi Kepala Biro Humas Kementan, Kuntoro Boga Andri.
Menurutnya, setelah dilantik Presiden RI Joko Widodo memimpin Kementerian Pertanian RI, Mentan Syahrul berkomitmen menyikapi permasalahan di tiap daerah dengan pendekatan langsung, mengacu local problem, Pasalnya, beragam pula sudut pandang kepala daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota mengembangkan sektor pertanian di daerahnya.
"Misalnya kasus mitigasi La Nina. Ada daerah sudah siap hadapi perubahan iklim. Ada juga selalu minta bantuan pusat. Ada pula dengan sedikit stimulus, langsung jalan. Harus diakui masih ada pejabat daerah memakai pola lama, pemerintah pusat kasih solusi pada masalah daerah dengan bantuan,” kata Syahrul, mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode, 2008 - 2018
Dia menambahkan bahwa pihaknya berusaha mengajak pemerintah daerah, bisa menuntaskan masalahnya sendiri, bukan lagi bertindak seperti Sinterklas, karena hasilnya terbukti tidak maksimal. “Kita ajarkan mereka pecahkan persoalannya sendiri, salah satunya melalui AWR untuk koordinasi dan sinkronisasi pusat dan daerah."
Menurutnya, saat ini Kementan mendorong akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pertanian sebesar Rp50 triliun, sehingga pemerintah daerah dapat mendorong pengembangan pertanian secara mandiri berdasarkan potensi lokal. (OL-13)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penyelundupan komoditas pertanian ilegal di Semarang.
MEMASUKI 2026 pemerintahan Kabinet Merah Putih terlihat sedang euforia merayakan pencapaian swasembada beras 2025.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional dalam kondisi aman selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga pangan di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.
15 ton cabai dikirim langsung ke Jakarta menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara dari Bandara Rembele menuju Bandara Halim Perdanakusuma.
Sebelum penyegelan 250 ton beras impor ilegal di Sabang dilakukan, pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.
Mentan mengatakan kepada seluruh jajarannya, harus berpartisipasi aktif menyukseskan program utama dan strategis Kementan di antaranya Program SIMURP.
PERAN Komando Strategi Pembangunan Pertanian (KostraTani) untuk pertanian sangat penting, karena itu Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP) memperkuat peran Kostratani.
KOMANDO Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) menjadi gerakan pembaharuan pembangunan pertanian yang terus didengungkan Kementerian Pertanian RI.
Kementan memaksimalkan peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang ada di level kecamatan.
Dukungan disampaikan Bupati Kulon Progo, Sutedjo, terhadap Kostratani saat bertemu Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi.
BPP Kostratani yang sudah dibangun AOR dan terhubung dengan AWR di Kementan, bisa meningkatkan kemampuan dan kapasitas penyuluh dan petani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved