Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PROVINSI Bangka Belitung (Babel) mendapatkan jatah vaksin covid-19 sebanyak 1,1 juta jiwa. Sebanyak 8.061 vaksin akan diberikan kepada anggota TNI/Polri di kepulauan tersebut.
Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Babel, Mikron Antariksa, merincikan 8.061 vaksin covid-19 tersebut untuk 2.659 anggota TNI dan 5.403 anggota Polri. "Vaksin ini bukan hanya disuntikkan kepada 8.061 TNI/Polri, tapi juga pelayan publik lain, seperti Satpol PP 2.346 orang dan yang lain 101.691 orang," kata Mikron. Jumat (13/11).
Selain itu, 1,1 juta vaksin untuk Babel juga akan diberikan kepada masyarakat berusia 18-59 tahun, khususnya tenaga kesehatan dan petugas pendukung yang bekerja di fasilitas kesehatan. Mereka sebanyak 155.101 warga sipil, 97 anggota TNI, 121 anggota Polri, dan 675.526 anggota BPJS PBI.
Ia menyebutkan. vaksin yang diperoleh berasal dari kandidat tiga negara yakni Sinovac hasil kerja sama Biofarma dengan Tiongkok, Sinopharm hasil kerja sama Kimia Farma dengan Grup 42 Uni Emirat Arab, dan Genoxine hasil kerja sama Kalbe Farma dengan Korea Selatan.
Tujuan vaksin itu, dijelaskannya, untuk menurunkan kesakitan dan kematian akibat covid-19. Tujuan lain yaitu mencapai kekebalan kelompok untuk mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, serta menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi.
"Saya sendiri sudah pernah dinyatakan positif covid-19. Saya siap yang pertama untuk divaksin. Harapan saya mudah-mudahan vaksin mampu untuk meningkatkan imun tubuh dari covid-19," ucap dia. (OL-14)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved