Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia Kantor Perwakilan Yogyakarta menilai, pada triwulan III 2020, ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta mulai menunjukkan terjadinya pemulihan atau recovery.
Berdasarkan data yang dirilis BPS, pada Triwulan III 2020, ekonomi DIY menunjukkan pemulihan. Realisasi pertumbuhan PDRB DIY naik 9,24% (qtq), setelah dua triwulan berturut turut mengalami kontraksi secara triwulanan. Namun, bila melihat secara tahunan, ekonomi DIY triwulan III masih mencatatkan kontraksi 2,84% (yoy).
"Kinerja perekonomian DIY ini, lebih tinggi jika dibandingkan Nasional dan Jawa, masing-masing kontraksi 3,49% yoy dan 4,00% yoy," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Hilman Tisnawan, Kamis (5/11).
Baca juga: Klaten Tambah 31 Kasus Covid-19 Baru
Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), ujarnya, beberapa sektor utama di DIY juga masih mengalami pertumbuhan positif. Ia menyebutkan antara lain LU pertanian dan LU informasi komunikasi.
Sektor pertanian pada triwulan III, jelasnya, masih melanjutkan masa panen utamanya untuk komoditas bawang merah, aneka cabai, dan tembakau. Sementara itu aktivitas ekonomi yang mulai bergerak dan reaktivasi sektor pariwisata menyebabkan serapan komoditas pangan mulai perlahan meningkat.
Sektor Informasi dan Komunikasi juga terus melanjutkan peningkatan, seiring dengan pola pembelajaran jarah jauh secara daring sejak awal Maret 2020.
Bahkan, sejak September 2020, pemerintah menyalurkan bantuan kuota internet untuk menunjang kegiatan pendidikan.
Meningkatnya animo masyarakat untuk melakukan belanja daring di masa pandemi juga turut mendukung pertumbuhan informasi dan komunikasi di DIY.
Hilman menambahkan, selain itu, penyediaan jaringan telekomunikasi di lokasi wisata pantai, embung, desa wisata, dan destinasi wisata lainnya di Kabupaten Gunungkidul memberikan pengaruh peningkatan aktivitas telekomunikasi dan informasi.
Sementara beberapa LU seperti industri pengolahan, akomodasi makanan minuman, serta konstruksi mengalami perbaikan dibanding triwulan sebelumnya, walaupun secara tahunan masih mencatatkan pertumbuhan negatif.
Naiknya kinerja LU industri pengolahan, jelasnya, sejalan dengan aktivitas industri yang mulai meningkat, utamanya pada kelompok makanan dan minuman, tekstil, industri kayu dan furniture, hingga industri barang galian bukan logam.
Sementara itu, imbuhnya, LU akomodasi makan minum mulai meningkat sejak dibukanya kembali pembatasan arus lalu lintas di perbatasan wilayah DIY pada awal bulan Juli dan dibukanya beberapa objek wisata di DIY.
LU Konstruksi juga mengalami kenaikan sejalan dengan progres pembangunan KA Bandara YIA maupun pembebasan lahan tol yang terus berjalan.
"Ke depan, kami memperkirakan kinerja pertumbuhan ekonomi DIY pada Triwulan IV 2020 akan kembali melanjutkan tren peningkatan. Berdasarkan hasil survei, optimisme pelaku usaha dan masyarakat saat ini semakin meningkat," kata Hilman.
Ia kemudian juga menyodorkan data dari Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang menunjukkan kegiatan usaha pada Triwulan IV 2020 memiliki Saldo Bersih Tertimbang (SBT) 4,64%, lebih tinggi dibandingkan realisasi SBT pada Triwulan III 2020, yaitu sebesar 1,39%.
Dari Survei Konsumen pada Oktober 2020 menunjukkan optimisme masyarakat semakin meningkat, dengan Indeks Kondisi Ekonomi di DIY berada pada level 61,83, lebih tinggi dari level 60,33 pada bulan sebelumnya.
Sebagai upaya menopang pertumbuhan ekonomi di DIY di tengah pandemi covid-19, masih diperlukan gotong royong seluruh lapisan masyarakat.
Meski demikian, Hilman mengajak semua kalangan untuk terus meningkatkan upaya untuk mempercepat recovery perekonomioan di DIY.
Dikatakannya, recovery ekonomi tidak bisa terlepas dari aspek kesehatan.
Seluruh pihak, ujarya, harus terus fokus karena upaya memutus rantai penyebaran covid-19 belum berakhir.
"Ekonomi tidak akan berjalan apabila aspek kesehatan diabaikan. Penemuan vaksin tidak akan langsung menyelesaikan masalah, hingga seluruh masyarakat telah sukses tervaksinasi," jelasnya.
Menurut Hilman pula, perlu memastikan recovery berjalan secara adil karena upaya recovery ekonomi memerlukan biaya yang tidak sedikit, untuk memberikan stimulus kepada masyarakat miskin, UMKM, hingga pelaku usaha.
Pemda DIY, katanya, telah menyiapkan bantuan tunai jaminan hidup (jadup) sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga bagi masyarakat yang tidak mampu.
Jadup ini, tambahnya, melengkapi Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang semakin diintensifkan.
Sementara itu, gotong royong aksi sosial yang terus dilakukan kepada masyarakat yang membutuhkan sangat diapresiasi, karena mampu menjaga roda ekonomi masyarakat menengah kebawah terus berputar. Perlu kolaborasi seluruh pihak agar memastikan stimulus dapat diberikan secara adil dan menjangkau berbagai pihak.
Tidak kalah penting, ujarnya, mengambil momentum dari pandemi untuk mempercepat transformasi digital. Penting bagi seluruh pihak untuk berkolaborasi agar memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam perubahan menuju peradaban baru ini.
"Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi ini dengan Pemerintah dan OJK untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Perumusan kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh akan selalu dilakukan secara prudent dan akuntabel, sehingga dapat menjaga stabilitas perekonomian, serta menopang pertumbuhan ekonomi DIY tetap baik dan berdaya tahan," tegasnya. (OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Hingga saat ini baru sekitar 40% wajib pajak di DIY yang telah mengaktivasi akun Coretax.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan Pancasila harus menjadi roh kehidupan bangsa dan panduan dalam bertindak, berpikir, serta bersikap.
Kemendagri menyebut DIY berhasil menjaga keseimbangan sosial melalui pendekatan kultural.
Fase awal gerhana penumbra akan dimulai pukul 22:26 WIB, puncak gerhana terjadi pada Senin (8/9) dini hari pukul 01:11 WIB, dan berakhir sekitar pukul 03:56 WIB.
Di sisi lain, pemerintah juga tidak boleh membatasi masyarakat dalam menggunakan media sosial karena itu dijamin oleh konstitusi.
Ketiga kepada daerah itu adalah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved