Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BUDAYAWAN Pantura Atmo Tan Sidik dan mantan Walikota Tegal Jawa Tengah, Maufur ikut menghadiri Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (MUNSI) III yang digelar Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud di Novotel Hotel Jakarta, 2-5 November.
Sebanyak 198 sastrawan dari berbagai daerah Indonesia hadir dalam kegiatan tersebut. Musyawarah yang mengusung tema Memajankan Sastra Indonesia di Panggung Dunia" itu dihelat secara langsung atau tatap muka dan daring atau Zoom Meeting.
Atmo menyampaikan kehadiran dirinya dan Maufur mewakili budayawan/ sastrawan dari daerah Kabupaten Brebes dan Kota Tegal dan sekitarnya, yang masuk kawasan Pantura.
"Ini sesuatu yang membanggakan karena Pantura Jawa Tengah bagian barat diakui Kemendikbud sebagai daerah yang juga ikut menyumbangkan dinamika perkembangan sastera tingkat nasional," kata Atmo dalam keterangan tertulis yang diterima mediaindonesia.com, Rabu (4/11).
Dalam kesempatan tersebut Atmo membacakan puisi berbahasa Brebes-Tegalan bertajuk Dugale Asu Maring Menungsa (Kemarahan Anjing Terhadap Manusia), salah satu karya puisi Atmo, peraih gelar Maestro Seni Tradisi dari Kemendiknas 2014.
Ia mengaku senang bisa menjalin komunikasi dengan sastrawan/budayawan dari penjuru Tanah Air.
"Sebenarnya sih kita sudah kerap berkomunikasi melalui WhatsApp. Tapi ini lebih mengangkrabkan lagi karena bisa bertatap muka langsung meski dengan protokol kesehatan yang lumayan ketat," ucapnya.
Atmo menuturkan dalam MUNSI III tersebut diwarnai dialog dan tanya jawab para peserta seputar perkembangan sastra Indonesia di masa pandemi Covid-19.
"Banyak usulan, pertanyaan dan masukan mengemuka dari pesert tatap muka ataupun daring. Tidak hanya tentang kebijakan Badan Bahasa dalam memajukan sastra melalui literasi, tapi sampai kepada kebijakan meningkatkan literasi di daerah pedalaman. Bahkan kesejahteraan dan semangat sastrawan dalam melakukan gerakan literasi," paparnya.
baca juga: Pemprov Papua Barat Daftarkan 13 Kekayaan Intelektual Komunal
Menurut Atmo sejumlah sastrawan yang memberikan masukan dan usulan antara lain, Sosiawan Leak, Aslan Abidin.
"Pokoknya acaranya gayeng sekali," pungkas mantan Atmo yang pernah menjadi Kades Pakijangan Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. (OL-3)
Pemkab Brebes bergerak cepat menangani banjir bandang di Bumiayu dengan mengerahkan dua alat berat untuk sodetan sungai akibat cuaca ekstrem.
BANJIR bandang kembali menerjang Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sungai Keruh meluap dan mengakibatkan sedikitnya 11 rumah warga hilang terbawa banjir bandang.
“Kebutuhan pupuk petani mencapai sekitar 50 ton per hari, sementara pengiriman yang masuk ke kios sangat terbatas."
Sebuah truk kontainer pengangkut peti kemas, terguling di Jalan Pantura Utama ruas Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/01/26).
Hingga kini, akses tersebut belum dapat digunakan, sehingga warga setempat membuat jembatan darurat dari bambu untuk pejalan kaki dan sepeda motor.
Harga bawang merah di Brebes yang sebelumnya Rp25 ribu/kg, turun menjadi Rp20 ribu/kg. Sedangkan harga cabai yang semula Rp15 ribu turun menjadi Rp10 ribu.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
Enam pelaut Indonesia telantar di Cabo Verde, Afrika Barat. Mereka terjebak dilema antara pulang tanpa upah setahun atau bertahan di kapal yang terbengkalai.
Menurut data BPBD Kabupaten Tegal sebanyak 150 rumah rusak, sejumlah bangunan pondok pesantren, sekolah dan jalan rusak parah akibat bencana tanah bergerak.
Haul Sewindu almarhum Ki Enthus Susmono yang digelar di Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Selasa (3/2/2026) malam.
Data Pemerintah Kabupaten Tegal menunjukkan timbulan sampah mencapai 670,38 ton per hari. Namun, sampah yang berhasil diolah baru sekitar 5,3 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved