Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TERORISME masih jadi ancaman bangsa. Dari Kota Batu, Jawa Timur, Selasa (27/10), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar menyerukan bahwa semua elemen bangsa harus siaga menghadapi ancaman terorisme.
"Kita membutuhkan kepedulian dan kepekaan. Saat ini, paham terorisme, radikalisme dan intoleransi itu terjadi dan menjadi ancaman," tegasnya dalam Deklarasi Kesiapsigaan Nasional itu.
Boy Rafli menyatakan deklarasi kesiapsiagaan nasional sangat penting untuk mengingatkan kembali kesadaran dan kepekaan terhadap bahaya terorisme, radikalisme dan intoleransi. Untuk itu, semua pihak harus bersatu melalui gerakan bersama guna menghadapi berbagai ancaman yang mengganggu keamanan bangsa dan negara.
Deklarasi kesiapsiagaan nasional ini dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan masyarakat sipil lainnya. Di tengah massa juga terlihat anggota TNI, Polri, pemuda, siswa dan mahasiswa.
Mereka mendeklarasikan setia pada Pancasila dan UUD 1945, serta menjunjung tinggi kebhinekaan. Para tokoh yang hadir sepakat bersinergi menolak intoleransi, radikalisme dan terorisme. Mereka mendukung kesiapsiagaan nasional dalam mengantisipasi ancaman terorisme serta siap mewujudkan Indonesia damai. (N-3)
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut Edi Hartono, media sosial dan game online telah terbukti menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku terorisme untuk melakukan perekrutan.
Program ini memberikan edukasi mendalam mengenai upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved