Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki resmi meluncurkan digitalisasi usaha mikro kecil menengah (UMKM) Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas, Sabtu (24/10) di Kantor Pusat Kopdit Obor Mas, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Dalam sambutannya, Teten mengatakan, 97% market Indonesia sudah bisa diakses oleh perdagangan digital. Artinya, pelaku UMKM di pelosok manapun bisa berjualan produknya di market nasional bahkan global hanya perlu terkoneksi dengan digital market atau jualan online.
"Sekarang ini banyak aplikasi-aplikasi digital bukan hanya untuk produk-produk manufaktur saja, tetapi juga produk dari pelaku-pelaku UMKM kecil yang berjualan produknya di pasar nasional lewat market digital. Selain itu juga, produk-produk dari pertanian juga sekarang bisa dijual lewat market digital," papar Teten.
Baca Juga: Koperasi Kredit Obor Mas di Sikka Dipercaya Salurkan KUR
Teten juga mengakui ada tiga problem dasar yang dialami oleh pelaku UMKM yang ketika memasukan produknya di market digital.
Pertama, kapasitas produksi. Yang mana, ketika produk UMKM terhubung dengan plafon digital nasional, kapasitas produksi produknya sangat terbatas sehingga ada permintaan dari pelanggan dalam jumlah banyak, tetapi mereka tidak menyanggupi.
"Market kan besar, permintaan pun besar. Nah UMKM kita, produknya tidak mencukupi. Stok sudah tidak ada, ketika ada permintaan dengan jumlah banyak lewat digital market . Akibatnya, UMKM kita tidak menyanggupi permintaan, maka akan ditinggalkan. Jadi saya minta pelaku UMKM dalam dampingan Kopdit Obor Mas harus persiapan betul soal produksi produk ketika ada permintaan banyak," tandas dia.
Baca Juga: Obor Mas Dapat Kucuran Kredit Rp10 M
Problem kedua, aspek kualitas produk. Menurut Teten, dalam market digital itu ada persaingan antar produk. Bahkan brand-brand ternama juga masuk dalam market digital itu sehingga banyak pelaku UMKM kita tidak menjaga kualitas produknya.
"Kualitas produk juga menjadi problem saat ini. Ketika produk UMKM dipasarkan di market digital kualitas produknya tidak dijaga. Jadi saya minta UMKM di Kopdit Obor Mas ketika masuk di market digital harus pertahanan kualitas produknya," ungkap Teten.
Problem ketiga ungkap Teten, literasi digital. "Literasi ini juga menjadi penting sehingga pengetahuan dan kecakapan para pelaku UMKM untuk menggunakan media digital. Jadi saya minta Kopdit Obor Mas harus memberikan pendampingan terus kepada pelaku UMKM nya agar terus diperbarui soal literasi digital sehingga mereka tidak melek digital," ungkap Teten.
Disampaikan Teten, di masa pandemi ini digitalisasi ini sangat bagus. Di mana yang lain omset penjualan turun, justru mereka yang menjual produknya di market digital malah omset penjualan mereka meningkat.
"Saya kira digitalisasi khusus di daerah NTT bisa mengakses pasar yang besar. Jadi kita perlu mendorong para pelaku UMKM kita untuk tidak melek digitalisasi," pungkas Teten itu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Markus Mekeng Bapa, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Wakil Bupati Sikka Romanus Woga dan Pengurus Kopdit Obor Mas. (GL/OL-10)
Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menjadi ekosistem ekonomi yang baru.
NASARI Digital (Nadi) menerapkan standar internasional pengelolaan keamanan informasi, seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan data pada layanan koperasi dan UMKM berbasis digital.
ASOSIASI Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih Seluruh Indonesia resmi dideklarasikan. Deklarasi ini menjadi tonggak penting penyatuan gerakan koperasi desa dan kelurahan.
Dukungan konkret dari pemerintah yang begitu besar pada koperasi saat ini dapat memberikan manfaat lebih luas.
JUMLAH koperasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat ini mencapai 1.000 lebih, namun yang aktif baru sekitar 800 koperasi.
Kemenkop melalui LPDB telah memutuskan untuk menetapkan kebijakan restrukturisasi pembiayaan terhadap koperasi-koperasi yang terdampak bencana.
Untuk menjadi negara maju, Indonesia harus minimun memiliki 4 persen entrepreneur, sedangkan saat ini baru 3,4 persen.
Teten yakin apabila konsumen Indonesia terus diberikan edukasi dan literasi dengan baik, pemasaran produk-produk lokal yang berkualitas akan meningkat.
Atas dedikasinya dalam memberdayakan UMKM di Lampung, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana diganjar anugerah Satyalancana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo.
MENTERI Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Teten Masduki menyatakan bahwa warung-warung tradisional memiliki keunggulan komparatifnya dibandingkan jaringan ritel modern.
TikTok Shop milik platform media sosial TikTok yang akan menutup bisnis dan layanannya per hari ini, Rabu (4/10), pukul 17.00 WIB.
Mensesneg Pratikno mengajak para pebisnis yang hadir dalam pembukaan festival LIKE ini untuk bersama-sama menyelamatkan lingkungan dan pada saat bersamaan bisa menyejahterakan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved