Rabu 07 Oktober 2020, 17:05 WIB

Polisi Tangkap 10 Orang Diduga Provokator Unjuk Rasa di Palembang

Dwi Apriani | Nusantara
Polisi Tangkap 10 Orang Diduga Provokator Unjuk Rasa di Palembang

MI/Dwi Apriani
Sejumlah pemuda ditangkap Polrestabes Palembang, Rabu (7/10) karena diduga akan menjadi provokator dalam unjuk rasa.

 

DIDUGA akan menjadi provokator pada aksi unjuk rasa menolak pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja, sepuluh orang massa ditangkap Kepolisian Resor Kota Besar Palembang. Aksi unjuk rasa itu berlangsung di Gedung DPRD Sumsel, Rabu (7/10).

Sepuluh pemuda yang ditangkap langsung dibawa ke Mapolrestabes Palembang untuk di periksa. Dari sepuluh pemuda itu, diketahui ada yang kedapatan membawa senjata tajam dan bom molotov.

"Mereka merupakan para pendemo yang hendak melakukan unjuk rasa untuk penolakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI beberapa hari lalu. Mereka sudah kita bawa ke Polrestabes Palembang untuk diperiksa," ujar Kapolrestabes Palembang, Kombes Anom Setyadji.

Anom mengimbau kepada mahasiswa yang menggelar unjuk rasa untuk tidak terprovokasi dalam aksi yang mereka lakukan. Karena, pihaknya sudah mengamankan sejumlah orang yang diduga akan menjadi penyusup untuk memprovokasi aksi mahasiswa.

"Meski tidak ada pemberitahuan, kepolisian tetap akan memberikan pengaman terhadap aksi mahasiswa. Kepolisian tetap akan memberikan keamanan dan ketertiban di Kota Palembang," jelasnya.

Anom mengingatkan agar mahasiswa yang ingin mendemo tetap mengedepankan protokol kesehatan dan tidak membawa barang-barang yang bisa membahayakan masyarakat. "Saya harap para mahasiswa tetap mematuhi aturan protokol kesehatan dan aturan dalam melakukan demo," terang Anom.

Polrestabes Palembang menerjukan ratusan aparat kepolisian untuk mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di Gedung DPRD. (R-1)

Baca Juga

DOK MI.

26 Orang Hilang setelah Feri Tenggelam di Selat Makassar

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 17:05 WIB
Pekan lalu, feri yang membawa lebih dari 800 orang kandas di perairan dangkal di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan terjebak selama dua hari...
Ist

Masyarakat Aceh Kian Butuh Perawatan Wajah dan Tubuh

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 16:57 WIB
Plasthetic Clinic Banda Aceh juga menjadi satu-satunya klinik bedah plastik pertama di...
 ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Penziarah Silih Berganti Datangi Makam Buya Syafii Ma'arif

👤Ahmad Mustaqim 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 16:45 WIB
Pengurus makam setempat menyebut kedatangan peziaran itu ada sejak almarhum selesai dikebumikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya