Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKARA klaim temuan Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Rabu (30/9), dengan terdakwa Ryantori Angka Raharja. Sidang dipimpin hakim Achmad Peten Sili dengan agenda pembacaan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sidoarjo.
Dalam surat dakwaan JPU disebutkan, terdakwa Ryantori telah membuat, menggunakan, dan menjual konstruksi Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal (JRBPV). Konstruksi JRBPV tersebut persis dengan KSLL milik PT Katama Suryabumi. Direktur PT Katama Suryabumi, Kris Suyanto, yang kemudian melaporkan dugaan penjiplakan tersebut.
Beberapa gedung yang dibangun dengan Konstruksi JRBPV antara lain, perkantoran RSUD Sumenep, Gedung IGD RSUD Sidoarjo, dan Gedung Mapolda Riau. Ryantori bergelar insinyur itu disebut telah melakukan pembangunan gedung dengan metode KSLL tersebut tanpa izin pemegang paten yaitu PT Katama Suryabumi. Atas perbuatan terdakwa, PT Katama Suryabumi menderita kerugian immaterial dan materi senilai Rp20 miliar. Perbuatan terdakwa berupa tindak pidana paten, diancam dengan pasal 161 junto pasal 160 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten.
Kuasa hukum Ryantori, M Syahrul Borman menilai dakwaan JPU terlalu melebar dan tidak fokus dengan keberadaan perkara. Sebab kliennya yang menjadi terdakwa sebenarnya adalah penemu metode KSLL. Sehingga kliennya tidak melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan dalam dakwaan jaksa.
"Klien kami sebenarnya memodifikasi temuannya agar lebih kokoh lagi, dan tidak memakai nama Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) perbaikan milik PT Katama Suryabumi," kata Syahrul.
Syahrul juga menilai dakwaan jaksa terlalu melebar, sebab fokus perkara itu seharusnya hanya di proyek pembangunan RSUD Sidoarjo. Tetapi dalam dakwaan itu, Ryantori juga harus bertanggung jawab di proyek Riau dan di Sumenep Madura.
"Klien kami penemu konstruksi ini bersama almarhum Pak Cip, dan klien kami juga 12 tahun tidak menerima royalti. Dan klien kami tidak lakukan penjiplakan, wong itu temuannya sendiri kok," tegas Syahrul.
baca juga: Lima Konser Hiburan Hajatan Dibubarkan
Menurut Syahrul, kasus ini seharusnya masuk ranah perdata bukan pidana. Dakwaan jaksa itu akan dijawab dalam sidang lanjutan dengan agenda eksepsi pada Senin mendatang (12/10). Sementara itu Ryantori menegaskan, dirinya menolak dikatakan plagiat atau menjiplak KSLL. Sebab dialah penemu teori KSLL bersama Sucipto namun sudah almarhum. Ryantori kemudian menggunakan teori tersebut, namun sudah disempurnakan dan diberi nama Konstruksi JRBPV.
"Kan judul perkara ini menjadi lucu dan aneh. Saya ini penemu Konstruksi Fondasi Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal digugat telah menjiplak konstruksi perbaikan Konstruksi Sarang Laba Laba temuan saya sendiri. Kan kedua struktur pondasi itu dua-duanya saya yang menemukan," terang Ryantori.
Ryantori mengaku menyesal dulu terlalu percaya dengan anak buahnya Kris Suyanto yang ternyata menuntut dirinya. Ryantori menyerahkan semua kasus ini ke penasehat hukum. Dia meyakini fakta dan keadilan pasti akan terkuak di persidangan nanti. (OL-3)
POLISI menyita puluhan unit motor dan mobil yang diduga hasil kejahatan di sebuah gudang barang bekas (rongsokan) di Dusun Beciro, Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.
SEBANYAK 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto, diserahkan ke para tukang becak lansia di Kabupaten Sidoarjo, Rabu (21/1).
SEKELOMPOK anak muda dari perguruan silat diamankan polisi karena melakukan konvoi yang meresahkan warga dan pengendara lain di Sidoarjo, Jawa Timur.
Banjir yang menggenangi areal sekolah ini sudah terjadi sejak akhir November 2025 lalu dan belum surut hingga sekarang.
Beragam sajian kesenian lokal akan tampil sepanjang acara, mulai dari jaranan HIPREJS, Tari Massal Remo Munali Patah dengan puluhan penari serta Ludruk Opera Sekar Kawedhar.
Operasi yang merupakan bagian dari rangkaian Operasi Lilin Semeru 2025 ini dilakukan secara acak dengan menyasar para pengemudi dan kru bus
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved