Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Ketahanan Nasional (Lemhanas) sedang berupaya mencari solusi permasalahan kelapa sawit di Sumatra Utara (Sumut) karena komoditi ekspor nonmigas kedua terbesar Indonesia itu sedang mengalami penurunan signifikan.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Raja Sabrina mengutarakan Sumut yang memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 1,2 juta hektare (terbesar kedua di Indonesia setelah Riau) menjadi salah satu prioritas Lemhanas dalam mencari penyelesaian masalah.
"Salah satu masalah yang cukup krusial saat ini adalah harga yang fluktuatif," ujarnya, Senin (21/9).
Baca juga: Dorong Pemulihan Ekonomi Penyerapan Anggaran Kaltara Capai 65,5%
Raja Sabrina menuturkan dunia perkelapasawitan di provinsinya mengalami masalah yang tidak sedikit sehingga perlu kajian bagaimana membuat sawit menjadi sustainable (berkelanjutan). Salah satu yang selalu menjadi permasalahan adalah harga yang fluktuatif, kadang naik dan kadang turun drastis.
Hal itu sangat menyulitkan petani sehingga perlu solusi-solusi agar bisa melindungi mereka sekaligus perusahaan sawit dan industri turunnnya.
Selain masalah harga, permasalahan kelapa sawit yang terjadi di Sumut juga terkait produktivitas. Meski merupakan provinsi dengan lahan perkebunan sawit terluas kedua di Indonesia, Sumut berada di urutan kelima dalam hal produksi.
Salah satu faktornya adalah 53% perkebunan sawit di Sumut merupakan perkebunan rakyat sehingga tidak sedikit yang dikelola secara tidak profesional. Karena itu, perlu juga ditemukan upaya-upaya meningkatkan kualitas, seperti pembinaan petani dan pemberian bibit unggul.
Sabrina berharap solusi Lemhannas nantinya bisa memberikan manfaat secara ekologi maupun ekonomi, apalagi banyak masyarakat Sumut hidup dari sawit.
Beberapa permasalahan lain yang juga masuk sorotan Lemhannas meliputi aspek lahan, tenaga kerja, hilirisasi produk dan pemasaran.
"Masalah-masalah ini nantinya akan dianalisa Lemhannas dan kemudian disampaikan kepada Presiden RI sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil kebijakan," kata Raja Sabrina. (OL-1)
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily membuka P3N Angkatan ke-27 dengan harapan melahirkan pemimpin nasional berintegritas dan berwawasan kebangsaan.
Urgensi peran militer semakin tinggi jika aksi terorisme sudah melibatkan aktor lintas negara (transnasional) dalam melancarkan serangannya.
Forum Komunikasi Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pengurus Angkatan (DPA) Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) menyatakan tidak lagi mengakui kepemimpinan Agum Gumelar.
ANGGOTA Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas mengapresiasi terbentuknya Tim Reformasi Penyelamatan IKAL Lemhannas, yang diharapkan dapat mewujudkan kembali marwah organisasi.
Abdul Mu’ti menekankan Indonesia memiliki modal besar untuk mewujudkan cita-cita menjadi bangsa maju pada 2045.
DEWAN Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Republik Indonesia (IKAL RI) Provinsi Jawa Barat menyoroti berakhirnya Munas V IKAL dalam kondisi deadlock.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved