Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN besar masih terjadi di tengah musim kemarau. Di Kalimantan Selatan, sejumlah lokasi di dua daerah, yakni Tanah Bumbu dan Tanah Laut, lumpuh karena direndam banjir dengan ketinggian 1-2 meter.
“Curah hujan sangat tinggi. Banjir menimpa wilayah di dataran rendah dan rawan bencana. Ribuan rumah terendam dan warga harus diungsikan,” ujar Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar, kemarin.
Pihaknya mencatat banjir melanda 7 desa di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, dan 5 desa di Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Banjir terjadi di wilayah sepanjang daerah aliran sungai akibat luapan Sungai Satui dan Sungai Kintap.
Wilayah terparah akibat luapan sungai itu ialah Desa Sinar Bulan dan Sungai Danau dengan ketinggian air mencapai 2-3 meter. Total korban banjir di Kecamatan Satui sebanyak 3.804 keluarga atau 14.989 jiwa. Hampir 100 keluarga terpaksa diungsikan karena rumah mereka tenggelam.
Di Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, total korban terdampak sebanyak 752 rumah yang dihuni 848 keluarga atau 2.494 jiwa.
Tidak ada korban jiwa dalam bencana itu. Banjir juga menyebabkan puluhan hektare sawah dan sejumlah ruas Jalan Trans-Kalimantan yang menghubungkan Banjarmasin dengan kedua kabupaten terendam banjir.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana menambahkan banjir di dua kabupaten itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi terjadi pada Selasa (1/9) dan Rabu (2/9). Sehari kemudian, Kamis (3/9) Sungai Kintap meluap sehingga memicu banjir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan hujan disertai kilat, petir, dan angin kencang masih akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, di antaranya di Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Kepulauan Riau, Sulawesi dan Papua Barat.
Kondisi berbeda terjadi di Sumatra Selatan. Kekeringan menebar 978 titik panas selama Juli-Agustus.
“Sudah lebih dari 250 hektare lahan terbakar. Kawasan yang paling terdampak berada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir,” kata Komandan Korem 044 Garuda Dempo, Brigjen Jauhari Agus Suraji.
Ia menambahkan kejadian kebakaran didominasi pada lahan mineral karena kondisinya sudah mulai mengering. Sementara di lahan gambut karena keadaannya masih basah relatif belum terjadi.
“Saat ini titik panas dan titik api itu mulai banyak. Kami memperkuat tim untuk bisa mengoptimalkan upaya pemadaman,” tandas Jauhari.
Kemarau juga membuat sejumlah warga di Banyumas, Jawa Tengah, harus bergantung bantuan air bersih. Kemarin, Polresta Banyumas bergerak dengan mobil water canon untuk mengirim air ke Desa Kaliputih, Purwojati. (DY/DW/LD/N-3)
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Lurah Jimbaran, I Wayan Kardiyasa mengatakan di wilayahnya ada tiga rumah warga yang masih tergenang air hujan selain juga halaman sekolah TK Kumara Sari.
Warga desa yang terbiasa hidup dengan keterbatasan dinilai lebih mudah beradaptasi saat harus kehilangan harta benda.
HINGGA malam hari ini Kota Denpasar dan Bali umumnya masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Badung hingga Selasa (24/2) pukul 09.00 Wita sejak Senin (23/2) pukul 18.00 Wita, menyebutkan ada 8 kejadian banjir di Kuta dan 1 di wilayah Kuta Selatan.
Bantuan benih diberikan setelah sebanyak 1.031 petani yang terdampak banjir mengadu dan beraudiensi langsung ke Plt Bupati Asep Surya Atmaja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved