Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I mencatat dari 74.049 lembar pemasangan stiker program BBM bersubsidi yang diluncurkan Pemerintah Aceh bersama Pertamina, ada enam ribuan yang telah terpasang di mobil tergolong mewah.
"Dari total yang sudah kita pasang tersebut, masih ada enam ribuan mobil tergolong mewah rela untuk dipasang stiker yang bertuliskan
'Bukan Untuk Masyarakat Yang Pura-Pura Tidak Mampu'. Memang ada juga yang tidak mau dan mereka beralih untuk mengisi Pertalite, Pertamax, Dex
atau Dexlite," kata Unit Manager Comm CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo, hari ini.
Ia menjelaskan program yang digelar Pemerintah Aceh bersama Pertamina dan Hiswana tersebut bertujuan agar penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran dan mengurangi antrian pengisian BBM di setiap SPBU.
Ia menyebutkan sejak peluncuran yakni pada 19 sampai 25 Agustus, total stiker yang sudah ditempel di kendaraan sebanyak 74.049 lembar yang terdiri dari premium sebanyak 29.359 lembar dan stiker Solar terpasang 44.690 lembar.
Roby mengatakan dari 29.539 stiker Premium yang ditempel, sekitar 2 ribuan pemilik kendaraan mewah tetap rela memasang stiker yang bertuliskan "Bukan Untuk Masyarakat Yang Pura-Pura Tidak Mampu".
Sedangkan untuk stiker Solar, sekitar 4 ribuannya terpasang di kendaraan modern masa kini, di mana pabrikan kendaraan tersebut, jelas mencantumkan dalam buku panduan agar kendaraan menggunakan BBM diesel dengan minimum Cetane Number (CN) 51.
"Program ini berdampak pada konsumsi BBM, di mana dalam sepekan masa sosialisasi dan pemasangan stiker, tercatat penyaluran Premium dan Solar subsidi mengalami penurunan," katanya.
Ada pun konsumsi rata-rata harian Premium pada tanggal 19 hingga 25 Agustus mencapai 454 ribu liter atau turun dibanding rata-rata harian normal bulan Juli sejumlah 456 ribu liter.
Roby menambahkan meski program tersebut baru berjalan sepekan, data menunjukkan dampak positif, dimana konsumsi BBM bersubsidi lebih tepat sasaran, kepada masyarakat bawah yang memang lebih membutuhkan.(OL-4)
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
Langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyesuaikan postur anggaran Transfer ke Daerah (TKD) seringkali dicap sebagai keputusan pragmatis belaka.
Pemprov DKI hanya menyesuaikan penganggaran untuk pelaksanaan program selama 10 bulan pertama tahun anggaran.
Pemprov DKI perlu memperhatikan penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan bahasa asing di sekolah-sekolah negeri maupun swasta.
tarif Transjakarta sebenarnya mencapai sekitar Rp13 ribu per penumpang, namun masyarakat hanya membayar Rp3.500 berkat subsidi besar dari pemerintah daerah.
ASUMSI makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 yang optimistis berisiko kembali mengulang deviasi antara target dan realisasi alias meleset.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved