Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA alam berupa semburan lumpur dengan ketinggian capai belasan meter terjadi di Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, empat orang dilarikan ke rumah sakit karena lemas setelah mencium gas beraroma belerang.
Pemantauan Media Indonesia Kamis (27/8) warga Blora dihebohkan dengan munculnya semburan lumpur beraroma gas belerang yang terjadi di sebuah tanah lapang di Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Blora sekitar pukul 05.00 WIB.
Semburan dengan ketinggian capai belasan meter tersebut menelan empat orang yakni yakni Warino, Marno, Kadis dan Sukimin. Mereka lemas akibat mencium aroma gas belerang yang muncul bersamaan semburan lumpur, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk jalani perawatan intensif.
Baca juga : https://mediaindonesia.com/read/detail/111586-bau-belerang-menyengat-aktivitas-tangkuban-parahu-masih-normal
Selain empat warga yang sedang menggembala ternak menjadi korban, belasan kerbau milik Supri, Sukimin, Parjono, Marno, Paji, Samin dan Kadis juga hilang dalam peristiwa tersebut, namun hingga berita ini ditulis belum ada pihak yang berani mendekati lokasi semburan lumpur itu. "Semburan itu mirip Bledug Kuwu di Grobogan, hanya bedanya di sini beraoma belerang dan tidak mengandung garam," kata seorang warga.
Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Agung Tri mengatakan fenomena semburan lumpur tersebut pernah terjadi pada tiga tahun lalu.
Selain semburan lumpur, lanjut Agung, juga terjadi beberapa kali letusan setiap 10 menit, namun saat ini letusan sudah berhenti. "Beberapa petugas yang berani mendekat ke lokadi menemukan beberapa kerbau yang terpelosok di dalam lumpur, tetapi belum berani masuk lebih dalam," imbuhnya. (OL-12)
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved