Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
BALAI Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini Temanggung akan memberikan layanan pendidikan dan pendampingan secara homecare pada penyandang disabilitas intelektual (PDI) mulai bulan September. Hal ini guna mencegah penyebaran dan penularan covid-19 pada kaum disabilitas.
Kepala BBRSPDI Kartini Temanggung Langgeng Setiawan mengatakan untuk tahap pertama layanan homecare baru akan dilaksanakan di tiga kabupaten/kota yakni Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang dan Kota Magelang. Layanan ini menyasar 75 orang PDI.
"Ini merupakan bagian dari program asistensi rehabilitasi sosial berbasis keluarga. Drafnya sedang kita susun dan akan kita integrasikan dengan kebijakan dari pusat," ujar Langgeng di Temanggung, Kamis (27/8).
Baca juga: Dindukcapil Temanggung akan Jemput Bola
Langgeng menerangkan, berdasarkan arahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sekarang tidak bisa ada layanan pada disabilitas di dalam balai. Hal ini supaya tidak ada klaster baru penyebaran korona dari kalangan disabilitas intelektual. Karenanya, layanan pendampingan dilakukan melalui homecare.
"Kita akan bekerja sama dengan Dinas Sosial yang punya wilayah dan data mengenai penyandang disabilitas yang selama ini belum tersentuh layanan dari balai," imbuhnya.
Sebelumnya program penguatan kemandirian PDI berbasis keluarga ini sudah dilaksanakan di dua lokasi yakni Kabupaten Lombok Barat (NTB) dan di Kota Balikpapan. Namun, sebelum itu pihak Kemensos telah melakukan assesmen pada kaum disabilitas dan keluarganya.
"Jadi paket pelayanan di balai kita bawa ke keluarga. Mereka juga akan menerima pendidikan dan pelatihan keterampilan sesuai potensi masing-masing di keluarga," katanya.
Dijelaskan, dalam melakukan tugas pendampingan homecare, petugas BBRSPDI dibantu kader pendamping akan melakukan tes covid-19 dan dibekali alat pelindung diri (APD). Hal ini untuk memastikan petugas sehat, tidak akan menularkan virus, juga tidak tertular virus jika ada disabilitas maupun keluarganya yang terkonfirmasi korona.
"Nanti akan dilengkapi APD, jangan sampai petugas pendamping tertular atau menularkan virus. Petugas akan dipastikan sehat," tukasnya.
Melengkapi keterangan tersebut, Kepala Bidang Resosialisasi dan Bimbingan Lanjut BBRSPDI Ambarina Murdiati mengatakan karena covid, tidak mungkin dilakukan pendidikan dan pelayanan bagi disabilitas di dalam balai karena harus melalui tes korona, isolasi mandiri dan penjagaan anak. Atas dasar itu maka diselenggarakan program homecare.
"Apalagi untuk disabilitas intelektual sangat susah diberi sosialisasi mengenai protokol kesehatan. Jadi kita lakukan di tengah masyarakat. Wujudnya home visit. Jadi petugas berkunjung melakukan pendampingan," ucap Ambarina.
Pendampingan diberikan langsung pada disabilitas juga melalui orangtua dan masyarakat. Untuk itu, petugas BBRSPDI dibantu pendamping sosial. Pada kegiatan homecare akan diberikan parenting skill, layanan dasar dan keterampilan. Sasaran homecare untuk semua umur, yakni dari umur 2 tahun hingga 59 tahun.(OL-5)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendistribusikan bantuan berupa tangan prostetik bagi penyandang disabilitas di wilayah Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Setelah mengumpulkan alat bukti yang cukup, termasuk hasil visum et repertum (VER), polisi bergerak cepat mengamankan pelaku.
Akses terhadap alat bantu dengar yang layak masih menjadi tantangan bagi banyak keluarga kurang mampu karena harganya yang relatif mahal.
Komitmen negara untuk melindungi dan memenuhi hak setiap warganya, termasuk penyandang disabilitas, harus konsisten diwujudkan dengan dukungan semua pihak.
Kemensos bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mematangkan skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mendesak pemerintah antisipasi kenaikan jumlah penyandang disabilitas melalui layanan publik dan puskesmas ramah disabilitas.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved