Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN lahan mulai terjadi lagi di wilayah Kabupaten Muarojambi. Dilaporkan hampir sepuluh hektare lahan di sekitar konsesi sebuah korporasi di Desa Kemingking Dalam, Kecamatan Taman Rajo, terpanggang semenjak Selasa siang.
Berkat kerja keras Tim Satgas Karhutla dan bantuan masyarakat, Selasamalam kokobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas.
Kapolres Muarojambi AKBP Ardiyanto melalui Kasubag Humas AKP Amradi membenarkan kejaidan tersebut. Dikatakan, berkat kerja keras tim satgas dan bangtuan masyarakat, kobaran api di dekat areal konsesi PT Kharisma tersebut berhasil dipadamkan.
Amradi mengatakan, api mulai berkobar di dalam areal PT Kharisma semenjak Selasa lepas siang.
Baca juga : Kekurangan SDM Ratusan Desa di Kalsel Belum Miliki BUMDes
‘’Sejumlah personel dari perusahaan, aparat kepolian, TNI dan masyarakat berapaya memadamkannya, Namun lantaran keterbatasan peralatan dan sulitnya menembus lokasi yang terbakar, pemadam baru efektif dilakukan Selasa petang, setelah datangnya bantuan personel dan peralatan dari Tim Satgas Karhutla,’’ katanya, Rabu (12/8)
Dibantu pemadaman melalui udara, kebakaran di lahan berjenis mineral tersebut berhasil dipadamkan.
Untuk pengusutan penyebab dan penanggungjawab terjadinya kebakaran, sampai Rabu (12/8) masih diselidiki pihak kepolisian. (OL-2)
Tim gabungan Polda Kalbar, BPBD Kubu Raya, dan pemadam swasta memadamkan karhutla seluas empat hektare yang berlangsung lima hari di radius 1–2 kilometer dari Bandara Supadio.
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2025 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved