Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BUKAN hanya penghasil beras dan ikan saja, Kabupaten Banyuasin juga merupakan daerah penghasil kelapa terbesar di Provinsi Sumatra Selatan. Berdasar data dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin, luas perkebunan kelapa rakyat seluas 48.053 hektare dengan produksi sebanyak 46.496 ton per tahun.
Selama ini, tingginya produksi kelapa tak diiringi dengan sentuhan teknologi sehingga sabut kelapa sisa ekspor ke Tiongkok dan Thailand terbuang percuma tanpa bisa dimanfaatkan.
Karena itu, Bupati Banyuasin Askolani menugaskan PT Sei Sembilang bersama Bappeda Litbang dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM untuk melakukan penjajakan kerja sama dengan PT Agri Lestari Nusantara untuk mengelola sabut kelapa dan pabrik kelapa di Desa Teluk Payo Kecamatan Banyuasin II yang sudah dibangun dapat segera digunakan.
Direktur PT Sei Sembilang Ardiansyah mengatakan pihaknya bersama PT Agri Lestari Nusantara nantinya akan bekerja sama mengelola sabut kelapa sehingga menjadi lebih bernilai.
"Masyarakat kita selama ini hanya menjual dalam bentuk bahan mentah, sabut kelapa sisa dijual itu cuma terbuang percuma, ke depan akan kita kelola sehingga menjadikan bahan yang bernilai ekspor," kata Ardiansyah, Kamis (6/8).
Peluang itu sangat besar, mengingat bahan bakunya sangat banyak tersedia di Kabupaten Banyuasin dan pabrik pengolahannya pun sudah tersedia.
"Ini bisa menjadi sumber PAD baru dan bisa menyerap tenaga kerja bagi masyarakat Banyuasin. Mohon doanya, insyaAllah kerja sama ini bisa berjalan sesuai rencana," ucapnya.
Baca juga: Serat Sabut Kelapa untuk Bahan Genting
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin Aidil Fitri mengatakan, luas perkebunan kelapa rakyat seluas 48.053 hektare dengan produksi sebanyak 46.496 ton dan dimiliki oleh 33.779 kepala keluarga.
"Jumlah produksi tersebut masih bisa ditingkatkan, mengingat dari 48.053 hektare luas perkebunan kelapa, seluas 2.813 hektare tanaman yang akan mulai menghasilkan atau belum menghasilkan," imbuhnya.
Sentra Kelapa Banyuasin ini tersebar di 21 kecamatan, namun luas lahan terbesar berada di Kecamatan Banyuasin II yakni 8.855 hektare, Makartijaya 7.128 hektare, Muara Sugihan 6.490 hektare, Muara Padang 5.161 hektare, Sumber Muara Telang 5.711 hektare, Air Kumbang 2.911 hektare, Pulau Rimau 3.633 hektare, Muara Telang 2.823 hektare.
"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sumsel, kelapa masuk dalam 10 komoditas ekspor nonmigas andalan Sumsel. Kalau kita lihat per Oktober 2019, kelapa menduduki peringkat ke-9 untuk nilai ekspor yang mencapai US$2,51 juta," ucap Aidil.
Ia menjelaskan ekspor yang mayoritas merupakan kelapa bulat itu berkontribusi sebesar 0,47% terhadap total nilai ekspor nonmigas di Sumsel. Dari sisi produksi, penghasil terbesar berasal dari kabupaten Banyuasin yang mencapai 46 ribu ton per tahunnnya.(OL-5)
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Kementrans merencanakan untuk membuat program hilirisasi melalui industri yang melibatkan masyarakat transmigrasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved