Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
KOTA Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Selasa (4/8) petang dilaporkan kembali dilanda banjir, setelah hujan kembali mengguyur sepanjang hari ini. Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.
Menurutnya, air di Sungai Masamba, debitnya naik, lantaran terjadi pendangkalan di badan sungai, ditambah hujan yang terus menerus terjadi.
"Sementara teman-teman dari balai (Balai Besar Wilayah Sungai) juga terus berupaya untuk mengurai, tapi karena cuaca belum stabil, maka mereka juga terkendali," ungkap Indah.
Satu-satunya bupati perempuan di Sulsel ini juga menjelaskan, jika air naik itu hanya di Masamba saja, kalau di Radda, dari laporan tim di lapangan belum naik, karena di sana lokasi sungainya sudah rendah dari jalan.
"Kalau Masamba sedimennya ngumpul kan, sedimennya belum terurai semua tuh. Jadi karena memang sedimen terjadi pendangkalan. Teman-teman masih kerja terus dari balai dengan pihak yang dipercayakan itu masih bekerja," lanjut Indah.
Baca juga : Lahan Semak Belukar di Ogan Ilir Terbakar
Terkait kondisi pengungsi, Indah menyebutkan jika mereka masih aman di lokasi pengungsian, bahkan ada beberapa yang sudah pulang jika siang hari untuk membersikan sisa banjir di rumahnya "Tapi, kalau hujan kita sudah ingatkan sebaiknya jangan dulu balik, karena masalahnya kan cuaca belum normal," ungkap Indah.
Berdasarkan info terakhir yang diterima, air saat ini sudah naik ke badan jalan trans Sulawesi, yang sebelumnya sempat dipenuhi lumpur. Termasuk air bah, juga sudah masuk ke RSUD Masamba dan pasien di sana akhirnya dievakuasi naik ke lantai dua. Dan saat ini proses evakuasi masih berlangsung.
Akibat banjir bandang di Luwu Utara itu, BPBD Luwu Utara mencatat, korban jiwa meninggal dunia 38 orang, 10 orang dinyatakan hilang sehingga pencarian masih dilanjutkan hingga hari ini. Lalu 106 orang menjalani perawatan dan 3.627 kepala keluarga (KK) atau sekitar 14.483 jiwa yang berada di tenda pengungsian. (OL-2)
Abdul Muhari pun mengimbau kepada seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Rusaknya ekosistem hulu DAS Citarum secara signifikan meningkatkan bencana banjir di daerah-daerah di sekitar wilayah Bandung, terutama di Bandung Selatan.
Hingga Rabu, (21/5) para korban banjir Grobogan telah lima hari menginap di pengungsian. Mereka mengungsi di Gedung Olahraga (GOR) GOR Tanggirejo.
Menko PMK Pratikno menyampaikan pemerintah serius dalam melakukan penanganan banjir Jabodetabek secara terpadu lintas Kementerian dan Lembaga.
Sebagai respons terhadap bencana tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bagi para korban bencana banjir.
Cuaca ekstrim yang menyebabkan hujan deras hingga banjir tersebut mengakibatkan 768 gardu distribusi terdampak, sehingga terpaksa dipadamkan sementara demi keselamatan warga.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved