Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Pesawat kargo milik Trigana Air dengan nomor penerbangan PK-YSZ, Selasa (28/7) tergelincir di Bandara Wamena.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal di Jayapura, mengakui adanya insiden tersebut yang terjadi saat pesawat naas dari Jayapura hendak mendarat.
Memang benar pesawat kargo milik Trigana mengalami insiden akibat posisi badan pesawat miring ke kiri saat hendak mendarat sehingga sayap bagian kiri mengenai runway 15.
Pesawat kargo yang membawa barang campuran sebanyak 13.855 kg itu saat ini sudah diparkir di bandara Wamena.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 07.37 WIT, kata Kamal seraya menambahkan, pesawat naas itu dipilotiKapten Prastjojo, Copilot Prianto A, FOO Nelson L dan enginering Sukarto.
Ketika ditanya penyebab insiden tersebut, Kamal mengaku, belum dapat memastikan karena masih menunggu penyelidikan yang dilakukan KNKT.
KNKT yang akan memeriksa penyebab kecelakaan tersebut, jelas Kombes Kamal. (OL-12)
Kemenhub menjelaskan kronologi kecelakaan pesawat pelita Air rute Long Bawan–Tarakan. Pilot Capt. Hendrick Lodewyck Adam meninggal dunia.Penyebab kecelakaan masih diselidiki
Tim Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan yang menangani kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban.
Meski beberapa bagian pesawat dan korban telah terlihat, proses evakuasi belum dapat dilakukan akibat cuaca ekstrem dan kondisi medan yang berat di lokasi.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT dinyatakan memenuhi persyaratan kelaikudaraan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 belum bisa disimpulkan.
TIM SAR mendirikan tenda di puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan setelah penemuan badan dan ekor pesawat ATR 42 -500
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved