Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
IWAN Saputra merasa tidak bersalah. Tanpa ada rasa risi, Sekretaris Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, itu, mengakui adanya pemotongan dana bantuan untuk warga miskin.
“Pemotongan dana bantuan langsung tunai (BLT) sudah sesuai kesepakatan. Dana hasil pemotongan akan dibagikan kepada warga yang tidak menerima bantuan,” tegasnya.
Di wilayahnya ada 24 warga penerima bantuan yang disalurkan Kementerian Sosial itu. Tiga kali digulirkan, setiap warga menerima Rp1,8 juta. “Jumlah pemotongan berbeda-beda. Rp1 juta dan Rp1,2 juta,” tambah Iwan.
Salah satu korban pemotong an ialah Dede, 44. Bersama suami dan dua anaknya, ia tinggal di rumah yang sudah reyot berukuran 5 meter x 7 meter. Tembok rumah terbuat dari bambu dan papan seadanya. Selalu bocor jika turun hujan.
“Saya dipotong Rp1,2 juta dan hanya menerima Rp600 ribu. Rencananya, dengan uang Rp1,8 juta, kami akan membeli keperluan sekolah anak dan sedikit memperbaiki atap yang bocor,” kata istri Budi Hidayat itu.
Kedua rencana itu terpaksa dibatalkan. Uang Rp600 ribu akan digunakan membeli beras dan kebutuhan pokok lain. “Pasrah saja,” ujarnya.
Penerima BLT yang tidak dikawal setelah pencairan memang berisiko jadi korban pemerasan pengurus lingkungan dan desa. Tidak hanya di Bandung Barat, kejadian serupa juga menimpa warga di Kota Tasikmalaya.
Berbeda pelakunya, karena di wilayah ini yang maju ialah pengurus RT.
“Kami menerima sekitar 200 pengadu yang mengaku BLT mereka dipotong RT. Besarnya bervariasi antara Rp100 ribu hingga Rp700 ribu, setiap kali pencairan,” kata Kepala Dinas Sosial Nana Rosadi.
Alasannya klise, untuk membantu warga lain yang tidak mendapatkan bantuan.
“Pemotongan tidak dibenarkan. Jika ada warga yang berhak belum mendapatkan, ada prosedur untuk mengajukan tambahan bantuan,” tandas Nana. (DG/AD/N-2)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) hari terakhir yang dilaksanakan di Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat.
Pemerintah menyalurkan BLT Kesra tersebut sekaligus untuk tiga bulan yakni Oktober, November dan Desember 2025.
Pemerintah terus mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terdampak bencana Sumatra.
Pos Indonesia menunjukkan perannya sebagai perpanjangan tangan negara melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLTS) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Kota Padang.
Bantuan langsung tunai (BLT) untuk para korban bencana Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih membayangi sebagian warga, Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) menjadi penyangga penting.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved