Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berencana mengubah rencana kontinjensi Merapi, menyesuaikan dengan proke (protokol kesehatan) pencegahan covid-19. Bupati Sleman, Sri Purnomo, Jumat (10/7) menjelaskan, sebenarnya Pemkab Sleman telah memiliki rencana kontijensi. Namun, rencana kontinjensi itu disusun pada Februari 2020 lalu. Pengubahan itu menyesuaikan kondisi pandemi yang belum diketahui kapan berakhir.
"Artinya rencana kontinjensi itu disusun sebelum muncul pandemi covid-19," katanya.
Karena itu, ujarnya, harus ada penyesuaian.
"Bagaimana menanganinya bila harus ada pengungsian pada saat covid-19 ini, misalnya," jelasnya.
Selain itu, Sri Purnomo juga menjelaskan terkait perilaku masyarakat Sleman dalam menghadapi wabah Covid-19. Menurut dia masyarakat Sleman sudah mengikuti arahan dan himbauan pemerintah. Bahkan kesadaran sudah terbentuk di kampung-kampung, yakni inisiatif masyarakat untuk melakukan scaning kepada siapapun yang ingin bertamu.
Pemkab Sleman juga telah melakukan simulasi pembukaan sektor pariwisata yang menerapkan protokol Covid-19 di era new normal. Langkah tersebut diambil untuk menanggulangi perekonomian yang terdampak di Kabupaten Sleman. Sehari sebelumnya, Deputi Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan bertemu dengan Bupati Sleman Sri Purnomo. Lilik Kurniawan menjelaskan timnya datang ke Kabupaten Sleman untuk meninjau secara langsung terkait situasi Gunung Merapi.
"Sudah 10 tahun lalu terakhir letusan besar Merapi dan akhir-akhir ini terjadi letusan kecil. Hal itu yang membuat kami ingin meninjau langsung kesiapsiagaan masyarakat di sekitaran lereng Merapi," kata Lilik.
Ia menjelaskan kesiapsiagaan bencana alam sangat penting bahkan di tengah wabah pandemi seperti saat ini.
"Saat ini kita sedang diwabah pandemi, tapi kita jangan lengah, ada bencana alam yang juga harus selalu siap siaga kapan pun," tegasnya.
baca juga: Babel Upayakan Sektor Pariwisata Untuk Pulihkan Perekonomian
Berdasarkan data dari BPTTKG, timnya menyambangi 4 Kabupaten yang dekat dengan radius Merapi, yakni Klaten, Sleman, Boyolali dan Magelang.
"Kemarin kami datang ke Klaten, salah satunya meninjau jalur evakuasi. Hari ini dilanjutkan dengan kampung di sekitaran lereng Merapi yakni Cangkringan, Sleman," katanya.
Selain itu, dikunjungan tersebut BNPB juga meninjau perilaku kesiapsiagaan masyarakat Sleman dalam pencegahan Covid-19. (OL-3)
Capaian ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir dari tahun ke tahun.
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Dubai mencatat 17,55 juta wisatawan internasional sepanjang Januari-November 2025. Kota ini kian diminati berkat akses penerbangan, hotel beragam, dan wisata inklusif.
Data BPS mencatat lebih dari 300.000 wisatawan asal Indonesia berkunjung ke Tiongkok pada Semester I-2025, menyumbang sekitar 5,6% dari total perjalanan luar negeri WNI.
tenggelamnya kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo, dinilai cerminan lemahnya tata kelola pelayanan publik di sektor keselamatan transportasi laut khususnya pariwisata
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved