Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
REGULASI pemerintah yang sering tidak pro bisnis dan kontraproduktif bahkan bertentangan antara satu kementerian dengan kementerian lain, seharusnya bisa berpeluang besar di industri kehutanan dan furniture Indonesia di pasar global. Hingga kini industri kehutanan dan furnitur Indonesia masih kalah bersaing dengan Tiongkok, Vietnam bahkan Malaysia.
"Bahkan jika tetap tidak bersahabat, sebentar lagi kita bisa disalip Burma dan juga Laos. Karena itu perlu segera ada solusi. Di samping perbaikan regulasi yang inline, mestinya perbankan (plat merah) mampu melihat potensi pasar furniture dunia yang begitu besar. Sehingga gilirannya bersedia memberikan kemudahan kredit dengan bunga rendah. Beri 7 persen saja, kami yakin bisa memberikan perubahan besar," kata Sekjen Indonesia Light Wood Association (ILWA), Setyo Wisnu Broto kepada wartawan di Sukoharjo, Selasa (7/7).
ILWA sebagai kumpulan asosiasi pebisnis kayu ringan Indonesia perlu membeberkan catatan FAO tahun 2017. Bahwa nilai total industri kayu dan furniture dunia adalah 2 triliun dolar Amerika/tahun. Angka itu kalau dihitung dalam rupiah adalah sebesar Rp28 ribu triliun (kurs 1USD=Rp14.000), yang berarti lebih dari 10 kali lipat APBN saat ini. Dengan potensi sumber daya alam yang demikian besar, Indonesia harus cepat mengurai masalah ekspor industri kehutanan dan furnitur untuk mencapai 10 persen atau senilai Rp200 miliar USD/tahun market share global dalam 5 tahun kedepan.
"Kami sebelumnya pernah berdiskusi dengan presiden, dan kami akan mengingatkan untuk melanjutkan bisa diajak berdialog sekali lagi, untuk memecahkan silang sengkarut regulasi yang menghambat ini, termasuk marketing lemah pemerintah di luar negeri," ungkanya.
ILWA juga akan terus menginisiasi berdirinya Dewan Kayu dan Mebel Indonesia atau IWCF (Indonesia Wood and Furniturw Council), agar mendapatkan dorongan penuh dari pemerintah, sehingga cepat terbentuk. Pada masa Orba, Indonesia memiliki Dewan Kayu Indonesia (DKI) yang membuat ekspor industri kehutanan dan furniture nasional berjaya di pasar dunia. Wisnu berharap bisa mengintegrasikan semua stakeholder agar menyatu, dan menjadi pasukan perang ekonomi di sektor industri kayu dan kehutanan.
"Di dalam IWCF terdiri semua asosiasi industri kayu dan kehutanan, lalu semua kementerian terkait, perguruan tinggi dan akademi berbasis kehutanan dan industri perkayuan, semua lembaga bank BUMN dan lembaga keuangan pemerintah. Bahkan LSM dan organisasi milenial. Bahkan wartawan juga masuk," tandas pendiri Sekabel Indonesia ini.
baca juga: Kinerja Bongkar Muat Pelabuhan Lhokseumawe Meningkat
Pada bagian lain, Wisnu selaku CEO PT Rimba Sentosa Persada juga membuat strategi seperti pengintegrasian hulu sampai hilir, dengan membuat kebun bibit dan penanaman bersama petani hutan rakyat lestari, dengan memanfaatkan luas lahan 100 ribu hektar di provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Kami juga mengadakan mesin berteknologi tinggi yang mamou memberikan output produk yang lebih berkualitas, juga mengembangkan desain baru sebagaimana saran Presiden Jokowi, berdasar pads riset, sehingga bisa menjadi pilihan utama di pasar global," imbuh dia.
Lalu PT RSP bersama dengan asosiasi ILWA, FKMPI juga akan menginisiasi adanya penempatan marketing intelijen di Kedubes-Kedubes Indonesia di negara yang memiliki potensi pasar besar, agar bisa meningkatkan penjualan dan penguasaan market global lebih besar lagi kedepan. (OL-3)
Kombinasi identifikasi jenis dan asal-usul geografis kayu akan sangat membantu dalam kepastian legalitas pemanfaatan kayu.
Meskipun teknologi DNA telah menjadi standar global dalam forensik kehutanan, penerapannya di Indonesia hingga kini masih tergolong terbatas.
Tumpukan gelondongan kayu terlihat di permukiman Tabiang Bandang Gadang, Nanggalo, Padang, Sumatra Barat.
Kayu-kayu besar yang ditemukan pascabencana merupakan konsekuensi dari rusaknya lapisan-lapisan vegetasi akibat aktivitas manusia.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup atau KLH akan panggil perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap gelondongan kayu di Batang Toru awal pekan depan terkait banjir Sumatra
Menurut Prof Dodik, kayu-kayu besar dan kecil yang tampak berserakan di lokasi bencana tidak berasal dari satu penyebab tunggal.
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
DI sektor petrokimia, pengelolaan air tidak hanya berfokus pada pemenuhan baku mutu lingkungan, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam menjaga kontinuitas operasi industri.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Hal itu disampaikan Indra dalam Talkshow Perburuhan Nasional bertema 'Babak Baru Ketenagakerjaan Indonesia' yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Jumat (30/1).
Yulina memimpin bisnis yang memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Nusantara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved