Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITE Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) memahami langkah penghentian kerjasama antara Pemkab Bogor dengan Perum Bulog terkait pengadaan beras untuk bantuan sosial (bansos). Sebab, KNPI juga menemukan beras bansos dari Bulog di wilayah Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi kualitasnya mengecewakan.
"Kita ketahui bersama Pemkab Bogor sudah menghabiskan dana Rp189,7 miliar lebih untuk membeli 18.000 ton beras yang dibagikan ke masyarakat yang terdampak Covid," ungkap Ketua KNPI Kabupaten Bogor Hasyemi Faqihudin, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/7).
Menurut Hasyemi, anggaran pengadaan beras yang dibeli dari Bulog itu bukan kecil. Sayangnya, banyak warga yang mengeluhkan kualitas berasnya jauh dari harapan. "Ya seharusnya harga beras Bulog Rp10.450/kg untuk bansos itu harusnya layak dikonsumsi, tapi laporan yang kami terima berasnya berwarna coklat, berkutu, mungkin beras stok lama," ujar dia.
Sebelum Pemkab Bogor memutuskan kerjasama dengan Bulog, ungkap Hasyemi, pihaknya mendatangi Perum Bulog di Jalan Gatot Subroto 49 Jakarta pada Kamis tanggal 2 Juli lalu. Ditemui Sekretaris Perusahaan Bulog Awaludin Iqbal di ruang kerjanya.
Baca Juga: Paksakan Serapan Terlalu Banyak Picu Beras Bulog Rusak
"Kami membawa dua sample beras bansos dari Bulog, meminta agar Perum Bulog memperhatikan kualitas berasnya yang dibeli oleh pemerintah daerah. Saat itu pak Iqbal berjanji akan memperhatikan permintaan kami," ujar Hasyemi.
Rombongan KNPI Kabupaten Bogor, jelas dia, berdiskusi panjang dengan Sesper Bulog Awaluddin Iqbal terkait masalah kualitas beras ini, sebagaimana tercantum dalam UU No.18 Tahun 2012 tentang Pangan.
“Intinya kami meminta bagaimana Bulog kedepan untuk menjaga kualitas beras, karena hal ini dirasa perlu terkait implementasi UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan," ujarnya..
Kondisi terpenuhinya kebutuhan Pangan dan Gizi menjadi hal yang sangat penting. Yakni tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, memenuhi kecukupan Gizi, merata dan terjangkau. (OL-13)
Baca Juga: Bulog harus Tingkatkan Mutu Beras
WAKIL Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq bersama Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanca Banyumas, Muhammad Haekal, mengingatkan para pengecer agar mematuhi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
PERUM Bulog tengah menyiapkan ekspor beras premium untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved