Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TITIK panas (hotspot) akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Pada Senin (29/6) terpantau 10 titik hotspot dari sebelumnya dua titik.
Sebaran hotspot juga meluas dari sebelumnya hanya terpantau di Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Tengah, kini juga terpantau di Alor, Kupang, dan Lembata. Hotspot terdeteksi mengunakan satelit Terra Aqua, Suomi NPP dan NOAA20.
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi mengatakan sepuluh hotspot itu terpantau sejak 28 Juni pukul 08.00 Wita
hingga 29 Juni pukul 05.00 Wita. "Tingkat kepercayaan di atas 80 persen," katanya.
Menurutnya, di Sumba Timur, hotspot terpantau di Kecamatan Pandawai sebanyak satu titik. Pekan lalu, satu titik hotspot juga terpantau di Pandawai.
Selanjutnya empat hotspot terpantau di wilayah Kabupaten Kupang yakni di Kecamatan Amfoang Timur dan Fatuleu Barat. Di Lembata, hotspot terpantau di Omesuri dan Lebatukan masing-masing satu titik, sedangkan di Alor, hotspot terpantau di Alor Barat Laut satu titik dan Kecamatan Pembantu Pantar dua titik.
Menurutnya, satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dalam luasan satu kilometer. Pada suatu lokasi di permukaan bumi akan diobservasi 2-4 kali per hari. Pada wilayah yang tertutup awan, hotspot tidak dapat terdeteksi. Kekeringan dan hembusan angin kencang juga menjadi penyebab tidak langsung dalam sebaran suatu titik panas tersebut.
Dia menyebutkan citra satelit tersebut hanya menilai anomali reflekstifitas dan suhu sekitar yang diinterpretasikan hotspot. "Penyebab adanya anomali tersebut tidak dapat kami justifikasikan apakah itu akibat budaya bakar lahan atau alasan lainnya," ujarnya. (R-1)
Sofiani Temba Kanggu, 46, warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu pada Minggu (22/2).
Struktur batuan yang menjulang dan berlekuk dramatis menghadirkan panorama eksotis yang kerap dijuluki “Grand Canyon”-nya Pulau Sabu
PRODUKSI gabah kering giling (GKG) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2025 hampir menembus angka 1 juta ton. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan pangan.
SEBUAH kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Trans Flores, tepatnya di Kampung Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved