Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTANIAN menjadi sektor yang paling berjaya dalam menghadapi dampak pandemi virus korona baru (covid-19). Pasalnya, di tengah masa pandemi, hasil perdagangan pertanian melonjak hingga 300%.
Hal itu diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di sela-sela panen raya produk hortikultura di kawasan Sayur Organik Merbabu (SOM), Jalan Raya Kopeng-Salatiga Km 14, Sidomukti, Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
Dia mengatakan, dampak covid-19 diperkirakan akan semakin berat sebab tidak hanya menyebabkan kematian, tetapi juga melumpuhkan perekonomian sehingga membuat beban kehidupan kian berat dan penuh tekanan.
Namun, lanjut Mentan, di saat seperti itu, sektor pertanian dapat bertahan karena masyarakat membutuhkan hasil pertanian untuk dikonsumsi.
Karena itu, menurutnya, sektor pertanian masih memberikan harapan yang sangat besar. Sebagai contoh, lahan 10 hektare yang digarap petani milenial Jateng di SOM Kopeng mampu menghasilkan berbagai jenis sayuran dan buahbuahan organik dengan rata-rata kontribusi pendapatan Rp300 juta per bulan.
Mentan menjelaskan lahan yang dikelola 25 petani milenial Jateng cukup berhasil. Karena itu, SOM Kopeng akan dijadikan sebagai percontohan. Untuk itu, pola pengelolaan SOM Kopeng akan diterapkan di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. “Nanti para petani muda di sini akan kita bawa untuk mengembangkan hortikultura di daerah lain,” imbuhnya.
Sayur organik
Di kawasan SOM Kopeng, Mentan bersama anggota Komisi IV DPR Luluk Hamidah mengunjungi sekaligus memanen sayur organik.
Syahrul dan Luluk menyambangi kawasan pertanian itu untuk mendorong budi daya sayur organik agar semakin maju, mandiri, dan modern.
Turut hadir pada acara itu, anggota DPD Denty Eka Widi Pratiwi, Bupati Semarang Mundjirin, Danrem 073/Makutarama Kolonel Arm Moch Erwansjah, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah Suryo Banendro, Kepala Polres Semarang Ajun Komisaris Besar Gatot Hendro Hartono, Dandim 0733/BS Semarang Kolonel Inf Yudhi Diliyanto, serta jajaran eselon I Kementan.
Sebagai informasi, budi daya sayur organik tersebut dikelola para petani milenial Jateng. Ke depan, Mentan berharap produksi mereka bisa memenuhi permintaan yang kian melejit di masa kenormalan baru.
Dia melanjutkan, sektor pertanian di era kenormalan baru harus diperkuat sehingga benarbenar menjadi penyokong utama perekonomian nasional. “Indonesia adalah bangsa pejuang dan Provinsi Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Semarang, harus menjadi garda terdepan dan lokomotif memajukan perekonomian melalui sektor pertanian,” tukasnya.
Di kesempatan sama, Bupati Semarang mengapresiasi kunjungan kerja Mentan untuk memajukan komoditas hortikultura, khususnya sayuran. Dia mengatakan budi daya sayuran di SOM Kopeng sudah dikunjungi investor dari Singapura untuk membuktikan bahwa sayuran petani Kopeng benarbenar organik.
“Harga sayuran yang dihasilkan di sini cukup tinggi, yaitu hingga Rp100 ribu per kg, dipasarkan secara lokal, masuk supermarket, dan sekarang merambah pasar daring,” pungkasnya. (N-3)
KOMUNITAS Pecinan Semarang kembali menghidupkan tradisi Pasar Imlek Semawis 2026 sebagai ruang perayaan budaya yang inklusif sekaligus penggerak ekonomi rakyat.
Pasar Semawis ini kembali digelar untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Semarang.
Lonjakan harga hingga 100 persen terjadi pada bawang merah dari Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu per kg, disusul cabai rawit merah sebelumnya Rp45 ribu menjadi Rp90 ribu per kg.
KAI Daop 4 Semarang, Jawa Tengah, menyiapkan sebanyak 83.970 tempat duduk kereta api keberangkatan awal dari stasiun Daop 4 menjelang Tahun Baru Imlek.
Ada 10 tenant ZCorner di Universitas Wahid Hasyim Semarang yang siap melayani dan memanjakan lidah para mahasiswa.
KOTA Semarang dinilai memiliki posisi strategis serta kesiapan teknis untuk menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026.
Kelompok tani yang beranggotakan 10 orang ini mampu menghasilkan pendapatan antara Rp8 juta sampai Rp9 juta per bulan yang dibagikan merata ke seluruh anggota.
OASE-KIM sangat mendorong masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif yang bisa menghasilkan nilai gizi sehat bersumber sayur dan buah-buahan.
Kelompok Tani Rumah Pangan Lestari yang berada di Jorong Kayu Aro, Kabupaten Solok ini misalnya, sejak beberapa tahun terakhir menerapkan pertanian organik.
Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian terus menggalakkan pengembangan pertanian organik melalui Petani Milenial Akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) disingkat Tani AKUR.
KOMISI IV DPR RI mendukung Kementerian Pertanian RI menggaungkan Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) dalam upaya mendorong petani memanfaatkan pupuk organik
Pelatihan pertanian organik yang bertajuk 'Cetak Petani Muda Kompeten' itu diikuti puluhan petani muda yang tergabung dalam Petani Muda Pacira (Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved