Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
STASIUN Meteorologi Gewayantana Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur mengingatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama memasuki musim kemarau.
Kepala Stasiun Meteorologi Gewayantana Flores Timur, Marsianus YR Milla saat dikonfirmasi Rabu (24/6), mengatakan saat ini Flores Timur memasuki musim kemarau sejak April lalu. Ia mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Ia juga mengimbau kerja sama semua pihak untuk menghindari kegiatan atau tindakan yang berakibat munculnya titik panas pemicu karhutla.
"Flores Timur sudah memasuki musim kemarau sejak April tetapi belum sampai pada puncaknya. Diprediksi puncak kemarau pada September atau Oktober. Jadi harus diwaspadai potensi karhutla selama musim kemarau," kata Marsianus, Rabu (24/6).
Hingga saat ini belum terpantau adanya hotspot di Flores Timur namun ia mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.
baca juga: Modifikasi Cuaca Selamatkan Waduk
"Sampai saat ini belum terpantau adanya hot spot atau titik api di Flotim. Beberapa waktu lalu hanya terpantau dua titik api di Pulau Sumba, sedangkan di wilayah Flotim belum ada temuan sampai saat ini. Kita imbau warga dan para petani, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, dan sedapat mungkin kita mengeliminir titik-titik api atau titik-titik panas, karena akibatnya sangat fatal kalau terjadinya karhutla," lanjutnya.
Adapun untuk kondisi cuaca di perairan Flores Timur masih aman dan tidak ada potensi gelombang laut tinggi sehingga masih aman untuk berlayar. (OL-3)
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2025 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
CUACA sangat terik di Lembata, Nusa Tenggara Timur, akhir-akhir ini memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin masif.
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved