Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Bali Siap Rapid Test Massal

Arnoldus Dhae
19/6/2020 23:35
Bali Siap Rapid Test Massal
Petugas medis melayani warga yang akan melakukan tes COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Bali, Selasa (2/6).(ANTARA/Fikri Yusuf)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bali siap mendukung rapid test massal di seluruh Bali. Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Bali Dewa Made Indra mengatakan, pelaksanaan rapid test secara massal dan massif adalah salah satu cara penanggulangan Covid-19 yang dipandang cukup efektif karena bisa mendeteksi para penderita secara dini dan bisa langsung segera ditangani.

"Terutama di kluster-kluster baru tempat transmisi lokal yang semakin banyak ditemukan akhir-akhir ini," jelasnya di Denpasar, Jumat (19/6).

Menurutnya, sejak 4 Juni terjadi pergeseran trend penambahan kasus positif Covid-19 di Bali. Karena terhitung sejak tanggal tersebut kasus transmisi lokal semakin mendominasi mengalahkan penambahan kasus sebelumnya yang didominasi oleh imported case dibawa oleh PMI yang baru tiba di Bali.

"Persentase penambahan kasus transmisi lokal sejak saat itu sebesar 63,91%, dan semakin hari semakin banyak ditemukan," jelasnya dalam rapat yang juga dihadiri oleh para Sekda dari Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Gianyar, serta para gugus tugas dari masing-masing kabupaten/kota tersebut.

Ia menjelaskan, penambahan transmisi lokal yang semakin meningkat akhir-akhir ini karena semakin banyak tes dan tracing yang dilakukan. "Secara prosedur hal ini tentu dibenarkan oleh pemerintah pusat, karena akan semakin banyak masyarakat yang terpapar virus korona diketahui dan segera mendapat penanganan yang benar," jelasnya.

Di samping itu, memperbanyak test juga akan mempercepat berakhirnya pandemic ini, tentu saja dengan menemukan semua masyarakat yang terpapar Covid-19. "Rapid test massal akan segera mengakhiri pandemi ini dengan menangani semua masyarakat terpapar," jelasnya.

Lebih jauh, ia memaparkan selain melakukan test di kluster pasar, petugas juga diminta melakukan pemetaan, kira-kira daerah mana lagi yang berpotensi terdampak dengan melakukan tracing pedagang dan masyarakat yang mengunjungi pasar. "Jika sudah dipetakan, maka bisa diketahui tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat penyebaran," imbuhnya.

Ia juga meminta dilakukan sosialisasi terhadap para pedagang dan masyarakat yang mengunjungi pasar terkait dengan protokol kesehatan. "Mohon Disperindag koordinasi dengan Kepala pasar untuk mensosialisasikan protocol kesehatan. Bagi pasar yang dikelola oleh desa adat, para petugas bisa koordinasi dengan Bendesa Adat," jelasnya. (R-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya