Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Cegah Karhutla, Sumsel Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana

Dwi Apriani
12/6/2020 23:34
Cegah Karhutla, Sumsel Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana
Ilustrasi(MI/Dwi Apriani)

MESKI intensitas hujan di Sumatra Selatan masih tinggi, namun Gubernur Sumsel Herman Deru telah menetapkan status keadaan siaga darurat bencana asap akibat kebakatan hutan dan lahan. Status tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Sumsel Nomor 298/KPTS/BPBD-SS/2020 yang ditandatangani pada 20 Mei 2020.

"Sebagai upaya antisipasi dan mencegah karhutla di Sumsel, kita sudah menetapkan status siaga darurat karhutla di Sumsel. Status ini ditetapkan hingga 31 Oktober 2020 mendatang," ujar Herman Deru, Jumat (12/6).

Ia mengatakan, penetapan status ini dilatarbelakangi informasi prakiraan musim kemarau tahun ini yang masuk pada dasarian 3 bulan Mei sampai dasarian 2 bulan Juni.

"Berdasar data BMKG, puncak kemarau diperkirakan dominan terjadi pada September 2020 dengan kondisi udara panas dan kering yang dapat mengakibatkan karhutla," jelasnya.

Diketahui di wilayah Sumsel ada 10 daerah yang berpotensi terjadi karhutla yakni Kabupaten Ogan Ilir, OKI, OKU Timur, OKU, Muara Enim, PALI, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muratara, dan Kabupaten Musi Rawas.

"Kita telah berkoordinasi dengan instansi terkait yang intinya agar dilamukan upaya antisipasi pengendalian karhutla melalui penetapan status ini," kata Herman Deru.

Pihaknya saat ini sedang membentuk pos komando yang melibatkan perangkat daerah dan insansi terkait sesuai tugas dan fungsinya dalam upaya penanggulangan bencana asap akibat karhutla.

"Masa penetapan status siaga darurat karhutla ini hingga 31 Oktober 2020. Nanti akan dievaluasi jika terjadi perubahan," terang dia.

Baca juga :New Normal Sumut, Bandara Kualanamu Mulai Ramai Penumpang

Ditambahkan Pangdam II Sriwijaya, Mayjend TNI Irwan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan rapat dalam rangka mengidentifikasi, dan menginventarisir daerah rawan karhutla seperti pada tahun lalu.

"Tapi satuan kita sudah siap. Saat ini memang belum telihat hotspot meningkat, karena curah hujan masih tinggi. Namun sebagai antisipasi, kita sudah turunkan satuan untuk bergerak mengantisipasi terjadinya karhutla," kata dia.

Irwan menuturkan, koordinasi dengan lintas instansi pun sudah dilakukan, termasuk dengan pemda dan kepolisian. "Sebagai langkah awal, kita sudah menggerakkan Babinsa yang ada di kabupaten dan kota yang rawan karhutla untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Masyarakat diminta untuk menjaga kebunnya, tidak membakar lahan dan sebagainya," kata dia.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, pembahasan kesiapan penanganan karhutla sedang dilakukan. Sejalan dengan itu, masyarakat juga diminta untuk tidak membakar lahan dan kebun karena di musim kemarau akan sangat rentan menjadi masalah, berupa terbakarnya hutan dan lahan.

Apalagi di wilayah Sumsel yang dominasi merupakan lahan rawa gambut. "Maklumat pencegahan karhutla sedang disiapkan, tapi Bhabinkatibmas di tiap daerah pun sudah melakukan sosialisasi larangan membakar lahan dan hutan," pungkasnya. (OL-2)

 

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Baharman
Berita Lainnya