Headline

Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.

Jembatan di Tasikmalaya Putus, 60 Keluarga Terisolasi

Adi Kristiadi
10/6/2020 21:25
Jembatan di Tasikmalaya Putus, 60 Keluarga Terisolasi
Ilustrasi(Thinkstock )

SEBUAH jembatan sepanjang 30 meter berada di Kampung, Desa Bugel, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, putus diterjang tanah longsor, Rabu (10/6), akibatnya 60 keluarga terisolasi.

Kepala Desa Bugel, Ruhimat mengatakan, longsor yang terjadi di wilayah itu disebabkan oleh intensitas hujan deras yang terjadi sejak Selasa (9/6) siang hingga malam. Padahal, jembatan tersebut baru digunakan dua hari oleh warga setelah diperbaiki selama satu bulan lalu dan baru digunakan tapi sekarang putus tertimpa longsor dan hanya sisa besi.

"Jembatan tersebut dibangun permanen pada 2018. Namun, pada Februari 2020, jembatan telah tertimpa longsor hingga masyarakat juga bermusyarah sampai pemerintah desa secara langsung menganggarkan untuk kembalinya membangun ulang dengan menggunakan dana desa sebesar Rp 51 juta," katanya, Rabu (10/6).

Ruhimat mengatakan, anggaran yang selama ini digunakan untuk pembangunan itu berkisar Rp 51 juta namun selama satu bulan jembatan itu selesai dibangun. Setelah selesai dibangun, warga bisa melintasi jembatan bahkan dengan kendaraan roda empat tetapi baru dua hari digunakan, jembatan itu tertimpa longsor lagi.

Baca juga :Tersisa 11 Daerah Berstatus Zona Merah di Jatim

"Kerugian, jembatan dibuat dengan dana desa sebesar Rp 51 juta dan sekarang bangunan itu putus hingga terbawa longsoran termasuknya tebing yang berada di samping jembatan juga ikut longsor dengan ketinggian 20 meter. Akan tetapi, sekarang ini 60 kepala keluarga tidak bisa melintas karena jembatan itu merupakan akses utama bagi warga," ujarnya.

Menurutnya, warga setempat yang berjalan kaki harus menyusuri jalan setapak menuruni tebing karena tanah longsor yang telah terjadi di Kampung Bugel itu tidak hanya memutus jembatan tapi memutus tiga saluran irigasi sawah dan dua saluran air bagi warga. Namun untuk sekarang, tetap melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat terutama untuk sementara penanganan.

"Saya akan tetap berupaya terutama membuat jalan darurat sementara, karena di kampung tersebut ada dua perempuan hamil tua telah terisoliri atas terputusnya jembatan tersebut dan dikhawatirkan akan segera melahirkan. Kami juga akan tetap melakukan penanganan jangka panjangnya agar desa berencana itu biasa kembali membuat jembatan permanen," paparnya. (OL-2)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Baharman
Berita Lainnya