Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR rob diperkirakan akan berkurang dua hari ke depan. Hal ini disebabkan bergesernya fase bulan purnama dan menurunnya kecepatan angin yang membangkitkan gelombang tinggi.
"Namun, potensi rob masih dapat terjadi karena secara klimatologis tinggi muka air laut di Pesisir Jawa pada bulan Juni lebih tinggi dari rata-ratanya," jelas Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Herizal, kepada mediaindonesia.com, Minggu (7/6).
Seperti diketahui, banjir yang diakibatkan air laut pasang (rob) menggenangi kawasan pesisir pantai utara (pantura) Pulau Jawa beberapa hari terakhir. Wilayah-wilayah yang terdampak banjir rob di awal Juni ini antara lain Pekalongan, Demak, Semarang.
Namun Herizal, menyebut bahwa di beberapa wilayah di Pantura juga masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat.
Dia menjelaskan bahwa rob adalah air pasang yang melimpas memasuki daratan.
Baca juga : Tidak Surut, Pekalongan Darurat Rob
Rob ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama faktor astronomis, yaitu fase bulan purnama (full moon) yang menyebabkan pasang air laut yg tinggi.
Kedua adalah faktor meteorologi berupa angin kencang yang persisten dan menyebabkan gelombang laut yang tinggi.
"Selain gelombang laut, juga curah hujan dengan intensitas tinggi," jelasnya.
Dua faktor lain adalah fluktuasi tinggi muka air laut dan faktor topografi di mana tinggi muka daratan di beberapa daerah lebih rendah dari tinggi muka laut.
"Beberapa tempat di pesisir utara Jawa memenuhi kondisi tersebut, seperti pesisir Jakarta Utara, Pekalongan, Demak, Semarang, dan Pesisir Utara Jawa Timur," ungkapnya.
Dia mengimbau kepada warga yang tinggal dan beraktivitas di daerah rentan rob untuk tetap waspada dan monitor update informasi yang dikeluarkan BMKG. (OL-2)
Selain hujan, angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik.
BMKG: potensi cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 91S saat ini terpantau aktif di Samudra Hindia barat daya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berpeluang jadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
KEPALA BMKG periode 2017-2025 Dwikorita Karnawati menilai langkah pemerintah dalam menangani dan mengendalikan cuaca ekstrem saat ini sudah berada di jalur yang tepat.
BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang- sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 23 - 29 Januari 2026 di Jawa Barat.
Cuaca ekstrem kembali merata berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah Jumat (23/1), selain masih ada air laut pasang (rob), gelombang tinggi.
BMKG tetapkan status AWAS cuaca ekstrem di Jakarta Jumat, 23 Januari 2026. Waspada hujan sangat lebat, kilat, dan angin kencang. Cek detail wilayahnya di sini.
Selain akibat naiknya permukaan air laut, banjir rob di di wilayah tersebut juga terjadi akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.
Bahaya yang mengintai tidak hanya air laut, tapi juga dampak ikutan seperti angin puting beliung.
Di perairan utara Jawa Tengah masih berlangsung banjir rob, sementara itu gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga terjadi di perairan Karimunjawa akibat cuaca ekstrem.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kesiapan riset dan inovasi Giant Sea Wall untuk mengatasi banjir rob dan penurunan tanah di Pantura Jawa.
Pada Minggu (4/1), kapal Dumai Line yang sedang melayani rute Dumai-Batam diterjang ombak tinggi dan angin kencang, menciptakan suasana mencekam di antara penumpang.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Anisa S, berdasarkan hasil analisis data pasang surut air laut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved