Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah upaya pemerintah pusat dan daerah memastikan kesejahteraan masyarakat yang terdampak pandemi covid-19 dengan terus mengucurkan berbagai bantuan, dua perangkat desa malah memanfaatkan bantuan bagi warga untuk kepentingan sendiri.
Kedua perangkat Desa Banpres, Kecamatan Tuan Negeri, Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan, itu akhirnya ditangkap polisi karena memotong bantuan untuk masyarakat yang berasal dari dana desa. Mereka ialah Ahmad Mudori, 33, dan Efendi, 40.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Musi Rawas Ajun Komisaris Besar Efrannedy mengatakan keduanya sehari-hari bertugas sebagai kepala Dusun I dan anggota BPD. Peristiwa terjadi pada 21 Mei lalu saat mereka bertugas menyalurkan uang bantuan langsung tunai (BLT) kepada 23 keluarga di Dusun I. Setiap keluarga menerima bantuan Rp600 ribu.
“Tapi setelah pembagian itu keduanya kembali menemui warga dan meminta menyerahkan uang Rp200 ribu dengan alasan untuk biaya administrasi,” jelasnya.
Warga yang kesal lantaran bantuannya dipotong kemudian melaporkan masalah itu kepada kepolisian hingga keduanya kemudian ditangkap. Berdasarkan laporan, Mudori dan Efendi sudah mengumpulkan potongan dari 18 keluarga dengan nilai Rp3,6 juta. “Dari kedua pelaku disita barang bukti uang Rp3,6 juta. Menurut pengakuan mereka, hal itu dilakukan atas inisiatif sendiri,” ujar Kapolres.
Sementara itu, seorang bocah berumur 10 tahun penerima bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah pusat, Alfred Yohanes Soge, warga Desa Aransina, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengaku bahagia. Bantuan yang diterimanya melalui kantor pos setempat itu akan ia gunakan untuk membeli peralatan sekolah.
Sejak orangtuanya merantau lebih dari lima tahun, murid kelas 3 SD Inpres Lewokoliia itu tinggal bersama kakeknya yang seorang petani. Ia dan sang kakek setiap hari kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, apalagi untuk membeli kebutuhan sekolah. (DW/FB/N-1)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) hari terakhir yang dilaksanakan di Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat.
Pemerintah menyalurkan BLT Kesra tersebut sekaligus untuk tiga bulan yakni Oktober, November dan Desember 2025.
Pemerintah terus mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terdampak bencana Sumatra.
Pos Indonesia menunjukkan perannya sebagai perpanjangan tangan negara melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLTS) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Kota Padang.
Bantuan langsung tunai (BLT) untuk para korban bencana Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih membayangi sebagian warga, Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) menjadi penyangga penting.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved