Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Saat Ini, Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Sudah 600 Orang

Denny Susilo
25/5/2020 11:41
Saat Ini, Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Sudah 600 Orang
Warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar di Terminal Angkutan Umum Pal 6, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.(ANTARA/Bayu Pratama S)

KEKHAWATIRAN terjadinya lonjakan kasus positif covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi nyata. Saat ini sudah ada 601 warga Kalsel positif terpapar covid-19.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalsel mencatat sepanjang Ramadan terjadi lonjakan jumlah kasus positif virus korona mencapai 458 kasus dari 132 kasus menjadi 590 kasus.

"Kita memperkirakan akan terjadi lonjakan kasus positif virus korona pascalebaran ini," tutur Wakil Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Hanif Faisol Nurofiq, Senin (25/5), saat persiapan kegiatan monitoring dan evaluasi penanganan virus korona di kabupaten/kota.

Baca juga: Tim Satgas Covid-19 Raja Ampat Kirim 16 Sampel Swab Ke Makassar

Ketidakdisiplinan warga mengikuti protokol kesehatan saat Lebaran dinilai menjadi faktor pemicu akan melonjaknya penyebaran covid-19.

Hingga Senin (25/5) pagi, jumlah warga yang positif terpapar virus korona melonjak menjadi 601 orang. Jumlah itu jauh lebih tinggi dibanding pada hari pertama ramadan yang jumlah kasus positif covid-19 baru 132 orang.

Lonjakan kasus positif covid-19 tertinggi terjadi di Banjarmasin yaitu mencapai 190 kasus.

Dari jumlah tersebut ada 462 pasien yang dirawat di sejumlah rumah sakit maupun karantina khusus. Sebanyak 61 orang penderita meninggal
dunia dan pasien sembuh 78 orang.

Kemudian ada 181 pasien dalam pengawasan (PDP) yang tengah dirawat dan 904 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

Kasus positif covid-19 terbanyak berasal dari Kota Banjarmasin sebanyak 222 kasus, Kabupaten Barito Kuala 61 kasus, Kabupaten Tanah Bumbu 113 kasus, dan Kabupaten Tanah Laut 53 kasus. Sebaran kasus covid-19 pun merata di 13 kabupaten/kota di Kalsel.

Lebih jauh dikemukakan Hanif, sejauh ini, pihaknya telah melakukan 15.111 rapid test dan mendapatkan hasil 1.563 orang reaktif. Rata-rata hasil rapid test di tiap daerah mencapai 9-10%. Saat ini pun ada sekitar 800an uji sampel yang belum selesai dilakukan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Banjarbaru.

"Dengan perkiraan 30% hasil uji positif maka akan ada penambahan jumlah kasus positif virus korona yang signifikan di Kalsel," ujar Hanif. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya