Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
SETELAH diguyur hujan terus menerus, tiga kabupaten di Provinsi Aceh terendam banjir. Akibatnya aktivitas perekonomian warga setempat terganggu.
Padahal warga di bumi berjulukan Serambi Mekkah itu sekarang sedang menjalankan ibadan puasa dan persapan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H.
Pantauan Media Indonesia, Senin (18/5), Kawasan yang dilanda banjir karena hujan deras disusul luapan sungai itu adalah Kabupaten Nagan Raya, Aceh Jaya dan Kabupaten Aceh Timur. Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Jaya berada di kawasan barat Provinsi Aceh. Sedangkan Aceh Timur adalah berjauhan di kawasan timur tanah rencong itu.
Baca juga :521 Orang di Sumsel Dinyatakan Positif Terinfeksi Korona
Banjir di Nagan Raya, meliputi Desa Ujoeng Kreueng, Desa Neubok Yee PP danDesa Neubok Yee PK dan Desa Kabu, Kecamatan Tripa Makmur. Lalu Desa Langkak, Kecamatan Kuala Pesisir.
Banjir itu karena meluapnya sungai Lamie yang melintasi dua kecamatan setempat. Ketinggian air berkisar 30 cm hingga 50 cm. Banjir kiriman itujuga merendam puluhan rumah warga dan jalan menuju ibukota kecamatan.
Sedangkan Kabupaten Aceh Jaya, sedikitnya 8 desa di Kecamatan Darul Hikmah dan 2 desa Setia Bakti terndam. Ketingian air berkisar 20 Cm hingga 1 meter.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Jaya sedang mendata kerugian akibat banjir. Petugas Pusat dan Laporan BPB Aceh Jaya, Destian Yurisfan, mengatakan untuk membantu warga terdampak banjir, pesonel TNI/Polri, anggota Tagana, RAPI dan personel SAR Aceh Jaya, turun langsung ke lokasi.
Catatan mediaiIndonesia.com, banjir langganan di Kabupaten Aceh Jaya, merupakan arus sungai dari Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Setiap kali hujan deras mengguyur pengunungan kawasan dataran tinggi Tangse, tidak lama kemudian akan mengundang bsnjir di lokasi hilir Sungai Krueng Teunom kawan hilir Aceh Jaya.
Adapun banjir yang terjadi sejak Minggu (17/5) kemarin di Kabupaten Aceh Timur, tersebar di Kecamatan Peunaron, Indra Mamue, Alue Ie Mirah, Simpang Jernih, Rantau Peureulak dan Kecamatan Pante Bidari. Ketinggian air berkisar 50 hingga 1 meter.
Puluhan rumah warga juga ikut rendam. Guna menghindari genangan banjir,sebagian keluarga harus mengungsi ke rumah famili di lokasi lain. Ada juga yang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi sekitar kawasan itu.
"Sebagian mereka menunpang di rumah keluarganya yang lebih aman" tutur Kepala Pelaksana, Badan Penanggulangan Provinsi Aceh. (OL-2)
Abdul Muhari pun mengimbau kepada seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Rusaknya ekosistem hulu DAS Citarum secara signifikan meningkatkan bencana banjir di daerah-daerah di sekitar wilayah Bandung, terutama di Bandung Selatan.
Hingga Rabu, (21/5) para korban banjir Grobogan telah lima hari menginap di pengungsian. Mereka mengungsi di Gedung Olahraga (GOR) GOR Tanggirejo.
Menko PMK Pratikno menyampaikan pemerintah serius dalam melakukan penanganan banjir Jabodetabek secara terpadu lintas Kementerian dan Lembaga.
Sebagai respons terhadap bencana tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bagi para korban bencana banjir.
Cuaca ekstrim yang menyebabkan hujan deras hingga banjir tersebut mengakibatkan 768 gardu distribusi terdampak, sehingga terpaksa dipadamkan sementara demi keselamatan warga.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved