Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Daerah Berupaya Percepat Akhiri Pandemi

Denny Susanto
13/5/2020 08:50
Daerah Berupaya Percepat Akhiri Pandemi
Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq.(MI/Denny Susanto )

UNTUK mempercepat pemutusan rantai penyebaran virus korona baru (covid- 19), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Provinsi Kalimantan Selatan akan mengambil alih penanganan kasus positif covid-19 di kabupaten/kota.

Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan pihaknya akan membuat program karantina khusus, yaitu dengan memperketat proses karantina bagi warga yang terkonfi rmasi positif covid-19.

“Salah satunya dengan mengambil alih penanganan kasus positif virus korona yang ada di kabupaten/kota agar penanganan dan pengawasannya lebih terpusat,” tukasnya.

Terpisah, Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Herman Deru mengungkapkan sekitar 70% pasien positif covid-19 di provinsi itu berasal dari kalangan menengah ke atas.

“Lebih dari 70% pasien positif covid-19 di Sumsel merupakan orang mampu. Mampu dalam ekonomi dan tingkat pendidikan,” ucapnya.

Sebagai informasi, tingkat kesembuhan tertinggi pasien postif covid-19 saat ini dipegang Provinsi Riau. “Tingkat kesembuhan pasien positif di Riau lebih tinggi dari rata-rata nasional. Kalau untuk angka kesembuhan secara nasional masih di angka 19%, Riau sudah di atas 50%,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau, dokter Indra Yovi, di Pekanbaru, kemarin.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumriani Yunus, mengatakan dengan kasus positif covid- 19 yang terus bertambah, diperkirakan pada Agustus mendatang pandemi virus itu baru bisa berakhir.

“Hasil penelitian yang ada, kami perkirakan sampai Agustus baru wilayah Sulteng normal. Artinya, korona sudah berakhir,” terangnya dalam siaran pers yang diterima di Palu, kemarin.

Prediksi tentang penurunan pandemi covid-19 juga disampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah. Pemkab menargetkan kasus covid-19 di wilayah itu bisa melandai pada akhir Juni 2020.

Untuk itu, berbagai langkah pengetatan terus dilakukan. Semisal, penegakan hukum terhadap warga yang tidak mengenakan masker dan menggelar jam malam di jalan protokol Banyumas. (DY/DW/RK/TB/LD/AT/JL/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya