Headline

Pemerintah merevisi berbagai aturan untuk mempermudah investasi.

Fokus

Hingga April 2024, total kewajiban pemerintah tercatat mencapai Rp10.269 triliun.

Antisipasi Jaga Ketahanan Pangan

Haryanto
06/5/2020 07:40
Antisipasi Jaga Ketahanan Pangan
Warga melakukan aktivitas jual beli di Pasar Gede Solo, Jawa Tengah.(ANTARA FOTO/Maulana Surya)

PARA pemimpin daerah terus menjaga optimisme terkait dengan ketahanan pangan di tengah deraan covid-19. Ganjar Pranowo, misalnya, memastikan stok pangan di wilayahnya aman. “Hanya gula dan bawang putih yang persediaannya menipis. Tapi bawang putih sudah membaik setelah petani di Temanggung panen hingga 6.000 ton,” kata Gubernur Jawa Tengah itu, kemarin.

Meski di tengah pandemi, serta bertambahnya penduduk akibat masuknya pemudik, Ganjar memastikan stok pangan di Jateng masih aman. “Kami sudah menyiapkan skenario dan mekanisme terkait pangan jika warga yang masuk ke Jateng lebih banyak lagi.”

Dengan jumlah penduduk 34,5 juta jiwa, stok pangan di Jateng bisa bertahan 13 bulan ke depan. Jika bertambah penduduk baru 500 ribuan, stok bertahan 11,5 bulan dan jika bertambah 1 juta pemudik, pangan Jateng bertahan untuk 11 bulan.

Optimisme juga menaungi Kepala Gudang Beras Bulog Meger, Klaten, Edy Haryono. “Stok beras premium kami 5.571 ton. Posisi ini mengamankan kebutuhan Klaten selama 6 bulan.”

Di Banyumas, meski tetap mengandalkan stok, Bulog setempat terus menggenjot pembelian beras. Dalam dua bulan terakhir, mereka bisa menyerap beras petani hingga 2.000 ton. “Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap tengah panen. Kami akan terus menyerap guna menyiapkan stok pangan,” kata pemimpin Bulog Banyumas, Dani Satrio.

Kemarin, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyatakan stok pangan di daerahnya juga aman hingga empat bulan ke depan. “Ada peningkatan konsumsi selama Ramadan, tetapi masih aman. Kami imbau warga tetap tenang karena distribusi dan persediaan pangan tidak bermasalah.”

Tidak hanya di Jawa, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga meniupkan rasa kepercayaan diri karena panen yang hasilnya melimpah. “Kami masih surplus beras hingga 90 ribu ton. Untuk daerah dengan kondisi lahan kering, kami sudah menyiapkan skenario petani menanam jagung dan menerapkan sistem pertanian ladang,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Tri Iriani.

Konsentrasi Kementerian Pertanian dan Pemprov Sula wesi Tengah saat ini ialah menjaga kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi dan membantu alat pertanian untuk petani. “Setelah pandemi berlalu, kehidupan petani bisa langsung kembali normal,” lanjut Tri.

Di Kabupaten Flores, Nusa Tenggara Timur, stok beras di gudang Bulog mencapai 4.000 ton lebih. “Masih aman untuk 3 bulan ke depan. Kami juga menyiapkan stok jagung dan terus memacu produksi sayuran,” kata Kepala Dinas Pertanian Petrus Petara Aran.

Demi ketahanan pangan, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Barat menggulirkan program Gerakan Pemuda Kembali ke Kebun. “Kami membantu pemuda yang terjun ke ladang dengan bantuan benih jagung dan sayuran, serta pupuk,” tutur koordinator program, Raymon Karubaba.(HT/AS/JS/LD/DW/AT/TB/FB/MS/FR/PO/SL/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya