Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM penolong dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sampai Minggu (26/4) pagi, belum menemukan seorang nelayan yang hilang saat melaut pada Kamis (23/4) sore.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang Emi Frizer mengatakan korban bernama Fiktor Imanuel Nofus, 38, hilang saat melaut mengunakan sampan di perairan Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang.
Namun, laporan mengenai hilangnya nelayan tersebut baru disampaikan ke SAR pada Sabtu (25/4) pagi. Kapal SAR KN Antareja 233 bertolak dari Pelabuhan Navigasi Kota Kupang pada pukul 08.00 Wita.
Baca juga: Penyekatan Perbatasan Daerah Efektif Berlaku
Operasi pencarian dipimpin Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Supriyanto Ridwan.
Kapal itu membawa 12 ABK dan tim rescuer tiba di lokasi kejadian pada pukul 10.44 Wita, langsung melakukan pencarian. Namun, pencarian sampai sore belum membuahkan hasil.
Pencarian terhadap nelayan tersebut juga dilakukan polisi, warga, pemerintah desa, dan kecamatan setempat.
Sementara itu, Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang melaporkan tinggi gelombang di perairan daerah itu antara 1,25-2,5 meter dan kecepatan angin antara 4-20 knot per jam.
Tinggi gelombang sampai 2,5 meter berisiko tinggi terhadap perahu nelayan dan kapal tongkang. Adapun tinggi gelombang di perairan terdekat dari lokasi hilangnya nelayan yang juga berprofesi sebagai petani tersebut antara 0,5-1,25 meter, atau tinggi gelombang tergolong rendah. (OL-1)
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved