Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Pemerintah Pusat Apresiasi Kinerja Satgas Gotong Royong Bali

Arnoldus Dhae
26/4/2020 06:45
Pemerintah Pusat Apresiasi Kinerja Satgas Gotong Royong Bali
Petugas berjaga di sekitar akses masuk kawasan wisata Pantai Pererenan yang ditutup sementara di Badung, Bali.(ANTARA/Fikri Yusuf)

GUBERNUR Bali I Wayan Koster, dalam rapat virtual dengan Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R Golose dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto di ruang rapat Gedung Gajah Jayasabha Denpasar, Sabtu (25/4), mengatakan pemerintah pusat, di antaranya Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan beberapa kementerian, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Pemprov Bali dalam menahan penyebaran covid-19 melalui program-program, pola, dan skema tepat yang melibatkan desa adat seperti pembentukan Satgas Gotong Royong dan Relawan Desa.

Langkah-langkah antisipatif selanjutnya yang dilaksanakan Pemprov Bali dalam penanganan covid-19 berupa percepatan realisasi hunian RS Rujukan yang kini masih dalam tahap pengembangan sebagai antisipasi bertambahnya jumlah pasien.

Penambahan jumlah personel tenaga medis baik yang melaksanakan proses pengobatan seperti dokter dan perawat serta petugas tes, maupun petugas pendukung seperti penjagaan pintu Bali, petugas edukasi dan sosialisasi, dibenarkan untuk ditambah apabila dibutuhkan.

Baca juga: Warga Bali Diminta Waspadai Kasus Transmisi Lokal

Hal itu dimaksudkan agar para petugas bisa mendapatkan waktu yang cukup untuk istirahat secara bergiliran.

Koster juga menjelaskan terkait peserta karantina yang kewenangannya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota, diwajibkan memfasilitasi rapid tes secara tertib dan disiplin sesuai jadwalnya.

Interaksi dengan anggota keluarga pun diharapkan diperketat untuk menjaga kemungkinan tertular apabila ada peserta yang positif dikemudian hari.

"Pendataan lokasi karantina, jumlah peserta, tingkat hunian dan kelayakan tempat karantina akan didata, untuk selanjutnya menjadi alternatif apabila ada penambahan jumlah peserta karantina," ujarnya.

Koster mempertegas pengetatan masyarakat dari luar yang akan masuk Bali melalui pintu-pintu masuk, baik jalur pelabuhan maupun bandara. Hal
ini berlaku tanpa terkecuali termasuk bagi warga ber-KTP Bali, juga tetap harus mengikuti prosedur kesehatan.

"Bagi warga luar Bali yang masuk ke Bali agar tetap dilakukan rapid tes, bahkan proses karantina bila diperlukan. Dan bagi warga yang berasal dari daerah-daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), agar langsung dikembalikan ke daerah masing-masing karena mereka juga sudah melanggar kebijakan yang diterapkan daerah mereka. Kita harus benar-benar membentengi Bali dengan baik. Namun kita masih menoleransi bagi yang sifatnya benar-benar urgen dan darurat," katanya.

Masyarakat yang berdampak covid-19 akan disalurkan bantuan melalui Jaring Pengaman Sosial (JPS). Untuk tahap awal, bantuan sosial yang siap
direalisasikan yakni JPS berbasis desa adat yang telah dianggarkan sebelumnya pada BKK Provinsi Bali, yang saat ini dananya sudah ada di masing-masing desa adat. Realisasi menyangkut data warga yang berhak menerima, baik warga desa adat maupun warga di luar desa adat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, selaku Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, menyampaikan laporan bahwa perhatian penuh diberikan bagi para personel tenaga medis selaku garda terdepan penanganan, yang mendapat dukungan APD hingga tingkat Puskesmas, karena ada beberapa kabupaten kota yang menyerahkan pelaksanaan rapid tes ke masing-masing Puskesmas yang mewilayahi.

Mereka termasuk tenaga pendukung hingga tingkat cleaning servis juga mendapat fasilitas tempat beristirahat yang berlokasi di hotel-hotel terdekat lokasi bertugas. Hal tersebut sudah berdasarkan payung hukum SK Gubernur Bali.

Lebih lanjut, guna mendukung cepatnya hasil pemeriksaan tes swab, Pemprov Bali saat ini menggenjot rampungnya beberapa lab pendukung, di antaranya lab RS PTN UNUD yang sudah rampung 95%, Lap Universitas Warmadewa, dan Lab Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Dengan rampungnya 2 lab saja, dinilai sudah akan sangat mendukung percepatan pemeriksaan lab, yang juga akan mempengaruhi tingkat
hunian tempat karantina.

"Semakin cepat keluar hasil spesimen swab-nya akan membantu sirkulasi tempat karantina, dua kali hasil spesimen swab negatif maka
yang bersangkutan sudah bisa dinyatakan pulang, dan tempat karantina pun akan bisa diisi apabila ada peserta baru. Sehingga tidak sampai penuh," tegas DM Indra. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya