Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
PASIEN dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hingga saat ini masih bisa tertampung di RSUD Sayang maupun RSUD Cimacan karena jumlahnya yang relatif masih sedikit. Namun, Pemkab Cianjur mewaspadai potensi terjadinya lonjakan jumlah PDP sehingga akan diambil langkah menyewa fasilitas bangunan sebagai tempat karantina atau isolasi.
Pelaksana Tugas Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengaku sudah menyiapkan anggaran penyewaan bangunan yang akan dijadikan tempat karantina seandainya terjadi lonjakan. Anggaran tersebut berasal dari hasil re-focussing APBD.
"Penanganan pasien hingga saat ini masih di RSUD karena jumlahnya relatif sedikit. Tapi, kalau kemudian hari yang terindikasi virus korona ini, kita akan sewa rumah-rumah, hotel, atau vila. Anggarannya pun itu sudah disiapkan," terang Herman, Senin (13/4).
Anggaran penyewaan tempat untuk karantina atau isolasi seandainya terjadi lonjakan jumlah pasien termasuk dari nilai Rp100 miliar yang disiapkan Pemkab Cianjur dalam penanganan covid-19. Rincian anggaran sebesar Rp100 miliar itu terdiri dari efisiensi belanja langsung perangkat daerah di antaranya surat perintah perjalanan dinas (SPPD) dan rapat perangkat daerah senilai Rp10,2 miliar, SPPD DPRD Kabupaten Cianjur sebesar Rp2 miliar, efisiensi proyek-proyek fisik pada perangkat daerah senilai Rp30,5 miliar, program Cianjur Ngawangun Lembur (CNL) yang tinggal tersisa di 15 desa sebesar Rp300 juta, pergeseran kegiatan perangkat daerah pada rumah sakit dan puskesmas sebesar lebih kurang Rp21 miliar.
Selanjutnya me-reposting penyertaan modal Bank BJB sebesar Rp5 miliar, belanja bagi hasil pajak desa senilai Rp8,4 miliar, efisiensi hibah dan bantuan sosial senilai Rp4 miliar dan pergeserannya sebesar Rp8,4 miliar, kesediaan kas sebesar Rp10,1 miliar.
Alokasi anggaran sebesar Rp100 miliar itu peruntukannya bagi penanganan kesehatan sebesar Rp68.230.000.000. Rincian kegiatannya untuk sarana dan prasarana kesehatan terdiri dari pengadaan alat pelindung diri (APD), masker, hand sanitizer, sarung tangan, vitamin, dan lainnya. Termasuk di dalamnya fasilitas kesehatan berupa kamar isolasi, tempat tidur pasien, ventilator, rapid test, insentif bagi tenaga medis, personel pengamanan, relawan, pendampingan, serta pemulasaraan.
Selain itu, anggarannya juga dialokasikan untuk penyemprotan disinfektan, penyewaan tempat-tempat sebagai rumah singgah untuk isolasi, pemeriksaan laboratorium, pengadaan alat dan evakuasi, kantong plastik mayat, tandu, serta peti mati. Sedangkan pada sektor ekonomi kemasyarakatan di antaranya dialokasikan untuk penyediaan cadangan pangan berupa pembelian gabah dari para petani dan pengadaan kebutuhan bahan pokok senilai Rp22.370.000.000 serta penyiapan social safety net atau jaring pengaman sosial sebesar Rp9,4 miliar.
"Apabila sampai akhir kita (Cianjur) masih tetap berada pada zona hijau, anggaran tersebut (penyewaan tempat) tidak akan terpakai. Maka akan kami kembalikan lagi sesuai peruntukan semula," jelas Herman.
baca juga: Pemda di Kalsel Siapkan Jaring Pengaman Sosial
Herman tak memungkiri saat ini Kabupaten Cianjur cenderung dikepung wilayah yang sudah dinyatakan zona merah. Berbagai langkah dan upaya dilakukan agar Cianjur tak dinyatakan sebagai zona merah. (OL-3)
Pengelola PKBM harus berjuang mencetak SDM yang berdaya saing. Langkah itu sejalan dengan semangat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari sektor pendidikan.
HARGA sejumlah komoditas pangan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merangkak naik mendekati Ramadan 1447 Hijriah.
Ramp check kendaraan angkutan umum dan barang dipusatkan di kawasan Terminal Pasirhayam, Selasa (10/2). Tim juga melakukan tes urine serta memeriksa kondisi kesehatan para pengemudi.
Pajak dan retribusi daerah merupakan salah satu instrumen yang berkontribusi besar terhadap pembangunan daerah.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
KUOTA haji tahun ini di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berkurang dratis jika dibandingkan dengan sebelumnya.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved