Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Wali Kota Minta 'Anak Medan' Jangan Mudik Dulu

Yoseph Pencawan
31/3/2020 18:06
Wali Kota Minta 'Anak Medan' Jangan Mudik Dulu
Aparatur Sipil Negara (ASN) di kantor Wali Kota Medan, Sumatra Utara, beberapa waktu lalu. (Antara)

PELAKSANA Tugas Wali Kota Medan, Sumatra Utara, Akhyar Nasution memohon masyarakat asal Medan yang berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) untuk tidak pulang dulu ke Kota Medan dan sekitarnya hingga satu bulan ke depan.

Hal itu karena berdasarkan data, mereka yang masuk ke Medan pada kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan pasien positif virus korona (covid-19), mengalami gejala setelah kembali dari Jabodetabek.

Baca juga: Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Berjemur Pagi Hari

"Untuk memutus mata rantai tersebut kami bermohon, kami berharap sekali saudara-saudaraku jangan dulu pulang ke Medan," ujarnya, Selasa (31/3).

Begitu pun sebaliknya, warga Medan yang dalam waktu dekat ini berencana pergi ke Jabodetabek atau daerah lain yang menjadi local transmition untuk menundanya hingga masa darurat covid-19 dihentikan.

Sampai Senin (30/3) pukul 17.00 WIB, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut mengonfirmasi jumlah pasien ODP (Orang Dalam Pemantauan) di daerahnya sudah sebanyak 2.909 orang atau bertambah hingga 12,1% dari sehari sebelumnya yang masih 2.556 orang.

Adapun pasien Covid-19 yang terkonfirmasi positif sebanyak 20 orang, atau meningkat sampai 30%. Jumlah itu bertambah 6 orang dari sehari sebelumnya. Saat ini pasien Covid-19 positif yang dirawat sebanyak 18 orang karena dua di antaranya sudah meninggal dunia.

Sedangkan jumlah PDP sebanyak 76 orang atau hanya turun 1 orang dari sehari sebelumnya. Kota Medan menjadi wilayah dengan penyebaran terbanyak masyarakat atau pasien terkait Covid-19 dari 33 kabupaten/kota yang ada di Sumut.(X-15)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya