Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAIN upaya secarah medis dalam penanganan dan pencegahan virus korona atau covid 19 terhadap para korban,tokoh adat dua kecamatan di Kabupaten Flores Timur menggelar ritual adat menangkal masuknya virus korona di wilayah itu.
Ritual adat ini sebagai upaya Liko Lapa Lewo tanah dalam (menjaga kampung halaman) dari berbagai ancaman termasuk pesebaran pandemi virus korona yang kian meresahkan penduduk di penjuruh dunia. Upaya ritual adat ini menyusul dampak virus korona yang telah mengancam kehidupan warga Kecamatan Wulang Gitang dan Kecamatan Ilebura.
Masyarakat persekutuan adat Boru di Wulang Gitang dan masyarakat adat desa Nobo dan Dulipali,selain mengikuti aturan pemerintah seperti tinggal di rumah,dilarang berkumpul, mencuci tangan, menjaga jarak serta menggunakan masker, mereka juga melakukan upacara adat agar terhindar dari serangan covid-19.
Upacara adat usir virus asal Wuhan Cina ini diawali dengan dengan pertemuan adat pada hari Minggu, 22 Maret 2019 di Desa Nobo tepatnya di rumah besar (lango belen) kakek Koda Bukan. Hadir dalam pertemuan itu ialah perwakilan dari Suku Kedang, Boru, Kwure, Soge Sare, Sogen, Puka, dan ketua adat Suku Hendrikus Wuring Bukan.
"Hari Rabu, 25 Maret 2020 para tua adat dan tokoh masyarakat menghimbau agar semua masyarakat mentaati aturan pemerintah dan aturan adat yang sedang dijalankan," beber kepala suu, Wuring Bukan, 75 kepada Media Indonesia, Senin (30/3).
Upacara adat ini sebut Wuring dilakukan di lima titik yakni perbatasan Nobo dan Nurabelen, Konga, Pantai Nobo, jalan menuju pekuburan Gereja Ratu Semesta Alam Hokeng, dan di tengah kampung (Lewo tuka). Seluruh rangkaian acara ini menggunakan bahasa gaib atau dikenal dengan bahasa adat tingkat tinggi guna meminta arwah leluhur dan penghuni alam atau dewa roh alam membentengi kampung dari hal-hal yang bisa memakan korban jiwa.
Wuring menuturkan rangkaian adat ini mewajibkan para pemangku adat berjalan kaki sambil membahasakan bahasa mistik dengan jarak cukup jauh mengikuti luasnya wilayah di titik jalan pintu masuk menuju desa dan kampung.
"Jauh dan harus berjalan kaki dari titik yang satu ke titik yang lainnya.Setelah semua titik selesai dilakukan, pemuka adat kembali ke lango belen (induk rumah adat) untuk upacara penutup," katanya.
Kepala Desa Nobo Petrus Kiku Witin,Senin 30/3 dihubungi menuturkan kebiasaan ini kerap di lakukan ritual adat disesuaikan dengan situasi sekitar sangat meresahkan warga.Seperti tidak turun hujan,tanaman dilanda hama termasuk wabah penyakit lainnya.
baca juga:
"Warga sudah terbiasa denKadang Temanggungan Diminta Tak Mudikgan ritual adat ini.Orang yakin itu bisa luput.Dan hal ini setiap tahun di lakukan,termasuk ritual ucapan syukur masa panen," terang Petrus.
Petrus mengaku dalam kegiatan itu, di sediakan beberapa sesajian sepeti telur ayam atau berupa hewan kurban diikuti bahasa adat oleh tokoh adat. Kehadiran tokoh adat ini diyakini bisa melindungi masyarakat setempat dari ancaman virus korona. (OL-3)
PRAKIRAAN cuaca Kupang hari ini 24 Maret 2024 dilanda cuaca buruk. Oleh karena itu, aktivitas transportasi laut di wilayah Kupang terganggu di sejumlah perairan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
SEBUAH bangunan sekolah dasar (SD) di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), roboh.
JUMLAH penumpang mudik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari terakhir terpantau padat namun tetap aman dan terkendali.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Baru sebulan dipakai, proyek jalan Inpres senilai Rp18,3 miliar di Nagekeo NTT rusak parah. Warga menduga pengerjaan asal jadi dan minta KPK turun tangan.
Balita di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Alami Stunting
Sekolah lapang memerlukan dukungan dan kemitraan berbagai pihak agar fokus utama dalam pemberdayaan masyarakat bisa tercapai.
Masyarakat adat Dayak tidak bisa dipisahkan dari alam, dari hutan, dari sungai dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya tetapi sekaligus menjaga dan merawatnya.
Jaga Kekondusifan di Bumi Melayu, Kapolri Terima Anugerah Adat Ingatan Budi
SRI Sultan Hamengku Buwono X turut hadir dalam acara resepsi pernikahan Stevi Harman dan Mario Pranda yang digelar di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan.
Dia harap suasana keakraban tetap terjalin. Selain itu, tidak saling menjelekkan dan memaki.
Gelar Tadulako yang diterima oleh Hermansyah ditandai dengan pemasangan Siga, ikat kepala yang jadi simbol kebesaran masyarakat adat Kaili.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved