Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH warga lanjut usia (lansia) di Kampung Cibiuk RT 01/09, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tinggal di rumah tidak layak huni (rutilahu). Meskipun sudah cukup lama menempati rutilahu, tapi hingga kini belum ada bantuan apapun dari pemerintah setempat. Ketiga lansia yang menempati rutilahu itu yakni Ineung, 70, yang tinggal bersama dengan cucunya, Fani, 10. Kemudian rutilahu yang ditempati Eli, 50, serta milik pasangan suami-istri Odah, 65, dan Omon, 80.
Dedi, 47, warga setempat, mengaku kondisi rutilahu ketiga lansia tersebut sudah cukup lama. Warga pun sempat berinisiatif melaporkan dan mengajukan perbaikan kepada pemerintah.
"Kalau upaya mah sudah kami ajukan ke pemerintah. Tapi sampai saat ini belum juga ada respons. Aneh. Malahan ada satu rumah yang sudah kami ajukan sejak lama, sekarang keburu roboh," terang Dedi kepada wartawan, Kamis (26/3).
Rutilahu yang roboh milik Eli itu sempat diperbaiki warga hasil urunan. Namun belum bisa diselesaikan karena kekurangan biaya.
"Baru setengah badan diperbaiki seadanya karena tak ada biaya. Pemiliknya ibu Eli hidup sendirian. Suaminya pergi entah ke mana," jelas Dedi.
Dedi mengaku berinisiatif mem-posting kondisi rumah yang roboh itu di media sosial. Harapannya, ada respons dari pemerintah.
"Tidak ada respons sama sekali," ungkapnya.
Kondisi serupa dialami Ineung yang tinggal bersama cucunya. Bahkan, kata Dedi, mereka tak terdata menjadi peserta program bantuan pangan nontunai. Pun cucunya, tak ada bantuan pendidikan untuk bersekolah.
"Kondisi rumahnya juga memprihatinkan. Sebagian atap rumahnya sudah ambruk. Makanya kami heran, warga yang mestinya mendapat BPNT, kok ini tidak. Padahal emak Ineung tidak berpenghasilan. Untuk biaya hidup sehari-hari kadang dari sumbangan warga sekitar," tuturnya.
Sementara rumah yang dihuni pasangan Odah dan Omon (80) pada bagian belakangnya juga sudah roboh. Kayu lapuk dan bambu terlihat di bagian belakang rumah.
"Rumah ini juga sudah lama kami ajukan perbaikan. Tapi hingga kini belum ada respons juga," kata Dedi.
Dedi menuturkan, kondisi tiga orang lansia penghuni rutilahu tentu harus segera ditangani pemerintah. Jika hanya mengandalkan pemberian tetangga, menurut Dedi, cukup ironis karena warga di sekitar mereka juga hidup pas-pasan.
"Harusnya segera dibantu oleh pemerintah. Negara harus hadir membantu mereka. Kasihan," tandas Dedi.
Sementara Ineung mengaku setiap hari mengandalkan belas kasihan tetangga untuk memenuhi kebutuhan. Ia tak memungkiri selama ini dirinya tak mendapat BPNT.
"Cucu saya juga tak mendapat bantuan pendidikan untuk sekolah," ujar Ineung.
baca juga: Warga Tolak Gedung SKB Jadi Tempat Karantina ODP
Sedangkan Omon mengatakan saat ini kondisi kesehatannya terus menurun. Ia mengeluh menderita sakit pada bagian pencernaannya.
"Kadang ada petugas kesehatan dari Puskesmas yang ngasih obat. Tapi kalau obatnya habis langsung kumat lagi," pungkasnya. (OL-3)
Rekomendasi 7 sepatu Nike tanpa tali yang nyaman dan aman untuk lansia. Mudah dipakai tanpa membungkuk, fokus stabilitas dan kenyamanan kaki.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Samuji (72) tak bisa menyembunyikan rasa leganya. Puluhan tahun mengandalkan kekuatan betis untuk memutar roda demi mengais rezeki, kini ia bisa bernapas lebih panjang.
Evaluasi kesehatan harus dilakukan lebih mendalam jika rencana liburan melibatkan orang tua atau lansia.
Tak bisa berbuat banyak untuk pengobatan penyakit ibunya yang menderita stroke, dan kondisi rumah yang sudah sebagian Ambruk.
PERINGATAN Hari HAM Internasional 10 Desember 2025 mengangkat tema sangat menggugah, Human rights, our everyday essentials
Pembangunan renovasi bangunan rutilahu milik almarhum dikerjakan setelah terlebih dulu dilakukan survei dan kajian.
Sebelumnya rumah mereka ambruk disapu angin puting beliung, November 2025.
Sejak 2021 hingga kini, sebanyak 270 rumah telah direnovasi melalui program ini
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pacitan, Jawa Timur untuk meninjau Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
SMF bangun 56 rumah layak huni di Sangkrah untuk tuntaskan kawasan kumuh Solo. Program TJSL ini dukung pengentasan kemiskinan ekstrem.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama tiga menteri pusat mempercepat Program Rumah Layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved