Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
SEJUMLAH wilayah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diterjang banjir dan tanah longsor. Bencana terjadi bersamaan tingginya curah hujan sejak petang hingga malam yang berlangsung hampir 5 jam, Senin (16/3). Banjir disebabnya debit air pada aliran-aliran sungai meluap.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Mochammad Irfan Sofyan, menuturkan dari laporan sementara, banjir terjadi di Kecamatan Pacet, Cipanas, Haurwangi, dan Bojongpicung. Luapan air sungai mengakibatkan sejumlah rumah warga terendam.
"Sejak semalam kami langsung menurunkan tim ke sejumlah titik di Kecamatan Pacet, Cipanas, Haurwangi, dan Bojongpicung," terang Irfan kepada Media Indonesia saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (17/3).
Irfan menuturkan saat ini tim BPBD dibantu Relawan Tanggap Bencana (Retana) masih melakukan asesmen di lapangan. Proses tersebut untuk memastikan pendataan warga yang terdampak. "Kami masih menunggu hasil asesmen di lapangan," ujarnya.
Sementara itu, Sam Apip, warga Kampung/Desa Hegarmanah Kecamatan Bojongpicung, mengatakan terdapat puluhan rumah di empat RT di RW 07 yang terendam banjir akibat meluapnya aliran Sungai Ciranjang, Senin (16/3) malam.
Ia menuturkan, guyuran hujan deras terjadi sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. "Ketinggian air mencapai hampir 30 sentimeter atau kira-kira selutut orang dewasa. Bahkan ada yang mencapai sepaha," terang Apip saat dihubungi, Selasa (17/3).
Selain di Kampung Hegarmanah, kata Apip, banjir juga terjadi di Kampung Pasirangin, Desa Nanggalamekar, Kecamatan Ciranjang. Namun hingga saat ini belum didata jumlah pasti jumlah rumah yang terendam banjir.
"Terdapat juga lahan beberapa hektare lahan sawah yang terendam. Belum diketahui persis luasan yang terendam," tandasnya. (OL-13)
Abdul Muhari pun mengimbau kepada seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Rusaknya ekosistem hulu DAS Citarum secara signifikan meningkatkan bencana banjir di daerah-daerah di sekitar wilayah Bandung, terutama di Bandung Selatan.
Hingga Rabu, (21/5) para korban banjir Grobogan telah lima hari menginap di pengungsian. Mereka mengungsi di Gedung Olahraga (GOR) GOR Tanggirejo.
Menko PMK Pratikno menyampaikan pemerintah serius dalam melakukan penanganan banjir Jabodetabek secara terpadu lintas Kementerian dan Lembaga.
Sebagai respons terhadap bencana tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bagi para korban bencana banjir.
Cuaca ekstrim yang menyebabkan hujan deras hingga banjir tersebut mengakibatkan 768 gardu distribusi terdampak, sehingga terpaksa dipadamkan sementara demi keselamatan warga.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved