Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
MENGHADAPI ancaman bencana musim hujan, BPBD Klaten, Jawa Tengah kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sip Anwar mengatakan kewaspadaan terhadap ancaman bencana di musim hujan perlu ditingkatkan karena daerah ini rawan bencana banjir, angin puting beliung, tanah longsor, lahan hujan, dan erupsi Gunung Merapi.
"Ancaman bencana di musim hujan yang perlu diwaspadai, yaitu banjir, gerakan tanah, longsor, dan angin puting beliung. Karena itu, BPBD Klaten memprioritaskan kegiatan pengurangan risiko bencana tersebut," jelasnya, Rabu (4/3) sore.
Untuk antisipasi banjir, menurut Sip Anwar, gerakan bersih-bersih sungai dan penguatan tanggul sungai telah dilakukan secara masif dengan melibatkan jajaran Polri, TNI, BBWS Bengawan Solo, PUPR, relawan bencana, dan warga masyarakat.
Selain itu, menghadapi musim hujan ini, BPBD Klaten pun telah memberikan pelatihan-pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana bagi komunitas relawan di Klaten. Sehingga, jika sewaktu-waktu terjadi bencana relawan telah siaga.BPBD Klaten pun telah memetakan potensi ancaman banjir yang meliputi 11 wilayah kecamatan di Klaten, yaitu Kecamatan Gantiwarno, Juwiring, Pedan, Bayat, Cawas, Karangdowo, Wedi, Trucuk, Wedi, Karangdowo, dan Wonosari.
baca juga: Pemerintah Lepas 30 Kapal Nelayan Cantrang Tegal ke Natuna
Potensi ancaman banjir perlu diantisipasi. Pasalnya, menurut Sip Anwar, Klaten dilewati sebanyak 80 sungai meliputi klasifikasi (ordo) induk, I, II, dan III. Banjir Sungai Dengkeng, salah satunya yang paling ditakuti warga di Klaten. Ancaman bencana tanah bergerak dan longsor pun perlu diantisipasi. Terutama warga Desa Sekarbolo di Kecamatan Wedi, Desa Krikilan di Kecamatan Bayat, Desa Burikan di Kecamatan Cawas, dan Desa Ngandong di Kecamatan Gantiwarno.
"Sedangkan ancaman bencana angin kencang atau puting beliung berpotensi terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Klaten. BPBD Klaten pun telah menyusun kontijensi dan menyiapkan peralatan kebencanaan," pungkasnya. (OL-3)
Abdul Muhari pun mengimbau kepada seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Rusaknya ekosistem hulu DAS Citarum secara signifikan meningkatkan bencana banjir di daerah-daerah di sekitar wilayah Bandung, terutama di Bandung Selatan.
Hingga Rabu, (21/5) para korban banjir Grobogan telah lima hari menginap di pengungsian. Mereka mengungsi di Gedung Olahraga (GOR) GOR Tanggirejo.
Menko PMK Pratikno menyampaikan pemerintah serius dalam melakukan penanganan banjir Jabodetabek secara terpadu lintas Kementerian dan Lembaga.
Sebagai respons terhadap bencana tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bagi para korban bencana banjir.
Cuaca ekstrim yang menyebabkan hujan deras hingga banjir tersebut mengakibatkan 768 gardu distribusi terdampak, sehingga terpaksa dipadamkan sementara demi keselamatan warga.
Kepala Gudang Bulog Meger, Syamsoel Bahri, mengungkapkan penyaluran beras SPHP 500 ton itu dilakukan sejak awal bulan ini.
Guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik, Kamis (28/8), Kecamatan Ngawen menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) 2025.
Gerakan pangan murah merupakan program pemerintah untuk menstabilkan harga pangan di pasar, khususnya beras.
Dalam Festival Gejog Lesung di Lapangan Desa Barepan, didatangkan lesung yang diklaim paling tua di Kecamatan Cawas, yaitu buatan pada 1869.
Penyidikan kasus perdagangan satwa liar dilindungi di Klaten. Dua tersangka, S, 32, dan BP, 31, resmi diseret ke meja hijau setelah berkas perkara dinyatakan lengkap
Hadir menyaksikan karnaval budaya, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo, Wakil Bupati Benny Indra Ardhianto, Ketua DPRD Edy Sasongko, Forkopimda, dan jajaran Kepala OPD Klaten.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved