Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA banjir telah merendam ribuan hektare lahan pertanian di Jawa Tengah, tercatat 5.722 hektare sawah terendam dan yang terbaru 435 hektare saawah di Pekalongan juga terendam banjir, ratusan hektare lahan puso akan diberikan pengganti.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Perjebunan (Distanbun) Jawa Tengah selama 2020 ini sebanyak 5.722 hektare lahan pertanian terendam banjir dan 154 hektare diantaranya puso.
"Kami mengalami kerugian besar akibat banjir ini, karena tanaman padi mati dan harus melakukan penanaman ulang," kata Sugino,51, petani di Undaan, Kudus, Senin (2/3).
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah Suryo Banendro mengatakan jumlah lahan pertanian yang terendam banjir capai ribuan hektare dan ratusan hektate diantaranya puso, maka mengantisipasi kerugian petani telah disiapkan asuransi pertanian.
"Setiap lahan yang mengalami puso akibat banjir akan mendapatkan uang pengganti Rp6 juta per hektare," kata Suryo Banendro, Senin (2/3).
Asuransi itu hanya diberikan untuk lahan puso, uhar Suryo, karena lahan yang mengalami puso tidak bisa diharapkan untuk tumbuh kembali, namun tidak seluruh lahan terendam banjir mengalami puso (gagal panen).
Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), ungkap Suryo Banendro, telah disiapkan melalui APBD Jawa Tengah sebanyak 35.000 hektare dan dari pusat ada 200.000 hektare. "Untuk yang berasal dari APBD Jawa Tengah tanpa premi katena ditanggung Pemrov," tambahnya.
Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, untuk pemberian berbagai bantuan agar tidak salah sasaran telah diluncurkan kartu tani sejak 2018. Saat ini ada 2,7 juta dari 2,8 juta petani yang menggrapa 1,5 juta hektare lahan pertanian sudah mengantongi kartu tersebut.
Ditanya tentang penanggulangan banjir dan rob di Pekalongan berdampak pada pertanian, lanjut Ganjar Pranowo, telah disiapkan anggaran Rp95 miliar diantaranya untul proteksi Sungai Bremi 200 meter, Sungai Meduri 500 meter, pengadaan pompa Mrican 3x2 meter kubik per derik dan tanggul libg stirage sisi selatan 1 kilometer.
"Kita harapkan semua akan selesai cepat, sehingga tidak akan ada lagi banjir dan rob di Pekalongan," ujar Ganjar. (OL-13)
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved