Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Dua Rumah Rata Tertimbun Longsor

MI/TOSIANI
23/4/2015 00:00
Dua Rumah Rata Tertimbun Longsor
(ANTARA/ANIS EFIZUDIN)
HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada Selasa (21/4) menyebabkan tanah longsor di beberapa titik di Desa Campurejo, Kecamatan Tretep. Kejadian itu menyebabkan dua rumah rata dengan tanah, empat rumah rusak berat dan empat bangunan lainnya rusak ringan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Sebanyak 28 warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya. "Kerugian akibat longsor bisa mencapai Rp250 juta lebih," kata Kepala Desa Campurejo, Agus Setyawan, kemarin.

Sepuluh bangunan yang terkena longsor terdiri dari sembilan rumah dan satu musala. Sembilan rumah yang tertimpa tanah longsor di antaranya, dua rumah rata dengan tanah yakni milik Slimet, 45, dan Trimo, 43 do RT 01 RW 02 Dusun Gondang. Sedangkan empat rumah rusak berat milik Bunawar, 43, Tuladi, 39, Mahrin, 53, dan Suwono, 51 di Dusun Krajan.

Adapun bangunan rusak ringan milik Khomiyatun, 41 dan Juweni, 38 di Dusun Krajan, serta musala Al Ikhlas di Dusun Gondangan.

"Desa ini memang memiliki struktur tanah yang labil. Ketika hujan turun dalam durasi waktu yang cukup lama akan sangat mudah longsor. Hampir semua dusun yang berada di Desa Campurejo sangat rawan tanah longsor, warga juga sudah menyadari itu," tambahnya.

Hujan deras menyebabkan longsor juga melanda Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Hujan yang terjadi Rabu (22/4) sekitar pukul 01.30 Wib menyebabkan longsor di jalur Pacitan-Ponorogo, tepatnya di Desa Gemaharjo, Kecamatan Kedungombo. Dua unit mobil yang melintas di jalur tersebut tertimbun longsoran tebing. "Dua mobil tertimbun longsor namun seluruh penumpang selamat. Mereka langsung lari keluar saat mobil terjebak longsoran," kata AKP Prayogi, petugas Polres Pacitan saat memimpin evakuasi.

Menurut Prayogi, tanah longsoran tebing itu menutup badan jalan sekitar 100 meter. Untuk mengeluarkan dua mobil harus diderek truk.

Bencana longsor sempat memutus jalur Pacitan-Ponorogo dan sebaliknya. Pasalnya badan jalan jalur tersebut tertimbun tanah tebing yang longsor. "Jalur Pacitan-Ponorogo yang semula tidak bisa dilewati sekarang kembali normal. Tanah longsor bercampur batu sudah dibersihkan," terang Prayogi.

Rawan longsor
Pada bagian lain, sejumlah kecamatan di Kota Sukabumi, Jawa Barat masuk dalam kategori rawan bencana. Terlebih saat intensitas curah hujan cukup tinggi ditambah prediksi peralihan musim menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem.

"Potensi bencana bertambah besar saat akan berganti musim dari hujan ke kemarau," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sukabumi, Hendra Resmanda di sela-sela rapat kerja penanggulangan bencana, kemarin.

Tiga kecamatan yang potensial terjadi bencana yakni Cikole, Gunungpuyuh, dan Baros. Ketiga wilayah itu secara geografis dikelilingi banyak tebing.

"Potensi bencana longsor bisa sewaktu-waktu terjadi dan rawan menimpa permukiman penduduk," jelas Hendra.

Hendra mengaku tak bosan mewanti-wanti warga untuk selalu mewaspadai potensi terjadinya bencana dipicu cuaca ekstrem.

Sementara Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menyarankan agar BPBD egera menyiapkan sarana dan prasarana maksimal untuk menangani potensi bencana. Hal itu agar tidak terjadi hambatan saat dilakukan penanganan bencana. (ST/BB/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik