Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kalsel Dorong Generasi Milenial Untuk Jadi Petani

Denny Susanto
19/2/2020 18:00
Kalsel Dorong Generasi Milenial Untuk Jadi Petani
Ilustrasi : bertani.(ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

SEKTOR pertanian dan ketahanan pangan merupakan sektor vital dan menjadi tumpuan masa depan Indonesia. Semakin berkurangnya jumlah petani mengharuskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menerapkan program Kostratani guna mendorong generasi milenial tertarik menjadi petani. 

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel, Syamsir Rahman, Rabu (19/2). "Perkembangan zaman atau modernisasi, alih fungsi lahan pertanian serta anggapan bahwa petani itu miskin dan kotor ikut mempengaruhi semakin berkurangnya jumlah petani. Hal ini terjadi di daerah termasuk Kalsel," tuturnya.

Padahal sektor pertanian ini sangat potensial dan menjanjikan. Melihat tantangan pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan ke depan, lahan dan tenaga tani merupakan faktor paling mendasar dalam memproduksi pangan, sehingga ketersediaan pangan senantiasa mencukupi.

Di Kalsel guna membangkitkan sektor pertanian dan menarik minat generasi muda untuk menjadi petani, Pemprov Kalsel menyiapkan program Komando Strategi Pertanian (Kostratani). Program ini melibatkan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) untuk menggerakan usaha tani mandiri yang dilakukan oleh pemuda tani.

"Dalam program ini ada pinjaman lunak tanpa bunga KUR atau kredit usaha tani tanpa anggunan. Mereka yang memiliki lahan sendiri dapat
menggarap sendiri lahannya dan nanti akan dibantu melalui program Kostratani," ujarnya. Sebagai tahap awal program Kostratani sedang
disiapkan di tujuh BPP sebagai percontohan dan diharapkan pada 2021 sudah diterapkan diseluruh wilayah Kalsel. Program ini menyiapkan generasi muda menjadi petani modern dimana kegiatan pertanian berbasis teknologi internet. 

Tercatat jumlah petani di Kalsel saat ini sebanyak 336.224 orang atau kurang dari 10 persen penduduk. Para petani ini tergabung dalam 15.077 kelompok tani dan terbanyak ada di Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut.

Bupati Tanah Laut, Sukamta mengatakan pemerintah daerah bertekad mengembangkan pembangunan ekonomi melalui sektor pertanian dengan meningkatkan produksi pertanian dan pendapatan petani. Subsektor tanaman dan bahan makanan yang potensial adalah tanaman padi, jagung dan ubi jalar. Kabupaten Tanah Laut merupakan sentra utama sektor pertanian dan peternakan di Kalsel. (OL-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Retno Hemawati
Berita Lainnya