Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SAMPAI hari ini, Jumat (31/1), jumlah warga yang terpapar Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 295 orang, atau bertambah 29 orang dibandingkan penderita DBD pada 29 Januari sebanyak 266 orang. Sedangkan korban meninggal akibat DBD sebanyak dua orang. Di antara para penderita terdapat seorang dokter.
"Dokter sudah sembuh. Mudah-mudahan ke depannya terus membaik," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus, Jumat (31/1).
Dia mengatakan kasus DBD tertinggi terdapat di enam kecamatan yakni Magepanda 83 orang, Alok Barat 37 orang, Alok 31 orang, Nita 28 orang, Alok Timur 25 orang, dan Talibura 22 orang. Peningkatan kasus DBD diduga akibat banyaknya tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue penyebab penyakit DBD.
baca juga: Potensi Angin Kencang di Purbalingga Harus Diwaspadai
Dia menambahkan seluruh fasilitas kesehatan di Sikka siaga selama 24 jam untuk memberikan pertolongan kepada penderita DBD. Pemerintah daerah setempat telah membagi zona rujukan pasien DBD dari puskemas yakni wilayah selatan ditangani Rumah Sakit Lela dan wilayah timur ditangani Rumah Sakit Kewapante. Pembagian zona agar penanganan pasien DBD dilakukan secara cepat. (OL-3)
Pada Januari dilaporkan terjadi 54 kasus DBD. Jumlahnya turun signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved