Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebanyak 1,9 ton ikan kering berformalin asal Selayar, Makassar beredar di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ikan kering berformalin ini pertama Kali ditemukan dijual di Pasar Werang dan Rekas Kecamatan Sanong Nggoang. Pemerintah setempat kemudian melakukan infeksi mendadak (sidak) di sejumlah tempat termasuk di Dermaga Penyebrangan kapal Ferry Labuan Bajo.
"Sidak ini adalah Sidak lanjutan di pasar Werang dan Rekas dimana ditemukan Ikan berformalin. Kita Tanya ke pedagang dan didapati info bahwa ikan-ikan ini berasal dari Selayar, Makasar. Kami menyita dan kemudian mengirim sample ke Dinas Kesehatan Manggarai Barat, dari 10 sample yang dicek. Semua ikan tersebut ternyata terindikasi mengandung formalin, dengan kandungan formalin berkisar 0,9 - 8,3 milligram, Dan ini sangat berbahaya. Tentunya memiliki Dampak yang sangat berbahaya bagi Kesehatan lambung, ginjal, hati Dan kanker,'' ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat, Yeremias
Ontong, Rabu (22/1)
Menurut Yeremias, sebagian dari ikan-ikan itu sudah sempat dikirim ke beberapa Daerah lainnya, antara lain Lembor Dan Ruteng. Beruntung sempat dikejar Dan dicegat oleh petugas dan dikirim kembali ke Labuan Bajo untuk dimusnahkan.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Dan Budidaya, Hari Setiawan menyampaikan, jenis ikan yang ditemukan mengandung formalin ini
mencakupi beberapa jenis ikan Asin.
"Kami mengidentifikasi sebagian besar ikan kering itu berjenis ikan kaka tua, ekor kuning, ekor kuning bulat, Ekor kuning belah dan anak tenggiri," katanya.
Saat ini, pihak Dinas Perikanan Dan Ketahanan Pangan telah berkoordinasi dengan kepolisian Manggarai Barat (OL-2)
Industri galangan kapal nasional menyambut positif rencana pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk hingga 0%.
Presiden Prabowo Subianto percepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, dengan progres tahap pertama 50%.
SEBANYAK 12 negara pemilik pantai yang ada di Samudera Hindia menggelar pertemuan membahas ikan tuna di 30th Session of the Coastal States Alliance (CSA 030) 30-31 Januari 2026 di Kuta Bali.
Saat ini daya tampung Pelabuhan Muara Angke hanya berkisar 400 hingga 500 kapal.
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari mencatat produksi ikan di pelabuhan ituIkan Layang dan Tuna Dominasi Hasil Tangkapan di Pelabuhan Kendari mencapai 80–100 ton per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved